Menelusuri Jembatan Cirahong (1): Mirip dengan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat

Editor Jembatan Cirahong yang mirip dengan Jembatan Brooklyn di AS./visi.news/budi s ombik
Silahkan bagikan

Catatan Budi S. Ombik

VISI.NEWS – Jembatan Cirahong seakan sudah melekat dengan kondisi geografi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, di wilayah bagian Timur atau tepatnya wilayah Kecamatan Manonjaya.

Dengan menyebut Manonjaya atau Ciamis, sudah langsung tertuju pada sebuah jembatan kereta api (KA) yang di bawahnya juga merupakan jalur lalu lintas kendaraan dan melintang di atas Sungai Citanduy.

Ya, itulah Jembatan Cirahong yang memiliki dua fungsi sama. Di atas untuk jalur kereta api, sementara yang di bawah digunakan lalu lintas kendaraan serta pejalan kaki.

Untuk jalur lalu lintas kendaraan, umumnya digunakan sebagai jalur alternatif menuju Kabupaten Ciamis atau sebaliknya ke Kabupaten Tasikmalaya.

Bahkan berfungsi juga sebagai jalur perdagangan antardua wilayah yang dipisahkan oleh Sungai Citanduy yang membelah bukit.

“Ya, saya sering menggunakan jalur Cirahong untuk mengirim barang ke Pasar Subuh Ciamis atau sebaliknya ke Pasar Manonjaya,” kata Oding (45) seorang sopir angkutan barang bak terbuka.

Oding memaparkan dengan jelas keberadaan Jembatan Cirahong. Menurutnya, melewati Jembatan Cirahong menggunakan kendaraan roda empat jarak tempuhnya lebih cepat dibandingkan menggunakan jalur nasional.

Meski harus mengeluarkan uang Rp 2.000 sebagai bayar uang peron masuk melewati jembatan tersebut.

Diakui atau tidak keberadaan jembatan Cirahong bagi kehidupan masyarakat sekitar dapat membantu peningkatan ekonomi, dengan menjadi penjaga pintu masuk.

Tidak dapat dimungkiri sejak dibangunnya jembatan yang menghubungkan dua wilayah tersebut, difungsikan untuk memudahkan dan mempercepat perjalanan. Setuju atau tidak. Itulah kenyataan saat ini.

Dibangun 1893

Menilik awal pembangunan Jembatan Cirahong tahun 1893 oleh perusahaan KA milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatspoorwegen, yang merupakan bagian dari pembangunan rel kereta api jalur Selatan  Pulau Jawa oleh pemerintah kolonial Belanda.

Baca Juga :  Tolak Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, Alifudin: Jangan Rampas Hak Rakyat

Arsitektur Jembatan Cirahong unik. Konstruksinya berupa besi baja yang disusun bertingkat dengan rusuk pelat, menampung lalu lintas mobil, motor, sepeda hingga pejalan kaki.

Di sebelah bawah serta rusuk kontinu untuk keperluan jalur kereta api reguler PT KAI Daop 2 Bandung di bagian atas. Jembatan kemudian diperkuat tahun 1934.

Pemandangan ini sesuai dengan kondisi yang ada di Sydney, Australia atau Manhattan di Amerika.

Inilah jembatan double deck atau geladak ganda yang memiliki fungsi dual mode alias 2 in 1 (two in one) satu-satunya di Indonesia.

Model Jembatan Cirahong mirip dengan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat. Keduanya memiliki fungsi serupa. Bagian atas jembatan, dipergunakan untuk jalur kereta api. Sedangkan jalur di bawahnya dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan roda dua dan empat serta tempat lalu lalang para pejalan kaki.

Bedanya Jembatan Brooklyn merupakan jembatan dengan suspensi kabel baja pertama di dunia. Di bangun 10 tahun sebelum pembangunan Jembatan Cirahong.

Jembatan ini memiliki dua jalur untuk kereta api di bagian atas dan dua jalur untuk kendaraan lain di bawahnya.

Sementara Jembatan Cirahong cuma memiliki satu jalur kereta api di atas dan satu jalur sempit buat kendaraan lain di bawahnya. (Bersambung)

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Klasemen Liga 1 2021 Usai Persib Kalahkan Barito

Ming Sep 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Klasemen Liga 1 2021 mengalami perubahan usai Persib Bandung mengalahkan Barito Putera di Liga 1 2021, Sabtu (4/9/2021) malam. Berikut klasemen sementara Liga 1 2021. Persib Bandung sukses mengalahkan Barito Putera dengan skor 1-0 dalam pertandingan Liga 1 2021 di Stadion Indomilk Sport Center Tangerang, Sabtu (4/9) […]