Menghargai Hati yang Bersih dan Benar

Editor Ilustrasi. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita diajak untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak kita. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan muhasabah atau introspeksi diri, khususnya di waktu shubuh yang merupakan waktu yang istimewa.

Muhasabah shubuh adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang muslim untuk mengevaluasi dirinya sendiri, baik dari segi amal perbuatan, ucapan, maupun hati. Muhasabah shubuh juga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki kesalahan, memohon ampun, dan berdoa kepada Allah SWT.

Salah satu tema yang bisa kita ambil untuk muhasabah shubuh adalah tentang bagaimana kita bisa menghargai hati yang bersih dan benar. Tema ini sangat penting untuk kita renungkan, karena hati adalah sumber dari segala perbuatan kita. Hati yang bersih dan benar akan membawa kita kepada kebaikan dan kebahagiaan, sedangkan hati yang kotor dan salah akan menjerumuskan kita kepada keburukan dan kesengsaraan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

Dari ayat ini, kita bisa memahami bahwa Allah SWT akan memeriksa hati kita, apakah kita memiliki hati yang bersih dan benar, atau hati yang kotor dan salah. Hati yang bersih dan benar adalah hati yang selalu taat kepada Allah SWT, ikhlas dalam beribadah, jujur dalam berucap dan berbuat, dan bersih dari penyakit hati seperti syirik, munafik, riya, sombong, dengki, iri, benci, dan lain-lain.

Hati yang kotor dan salah adalah hati yang selalu durhaka kepada Allah SWT, riya dalam beribadah, dusta dalam berucap dan berbuat, dan penuh dengan penyakit hati yang merusak seperti syirik, munafik, riya, sombong, dengki, iri, benci, dan lain-lain.

Baca Juga :  Hukum Memainkan Rebana di dalam Masjid 

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

“Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits ini, kita bisa mengetahui bahwa hati adalah pusat dari segala aktivitas kita. Hati yang baik akan menghasilkan perbuatan yang baik, dan hati yang rusak akan menghasilkan perbuatan yang rusak. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga dan membersihkan hati kita dari segala kotoran dan noda yang bisa merusaknya.

Bagaimana cara kita menjaga dan membersihkan hati kita? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain:

1. Membaca Al-Quran dan memahami maknanya

Al-Quran adalah obat bagi hati yang sakit dan cahaya bagi hati yang gelap. Dengan membaca Al-Quran dan memahami maknanya, kita akan mendapatkan petunjuk, hikmah, dan motivasi untuk menjalani hidup sesuai dengan ajaran Allah SWT. Al-Quran juga akan mengingatkan kita akan hakikat kehidupan, tujuan hidup, dan akhirat yang menanti kita.

2. Berzikir dan berdoa kepada Allah SWT

Zikir dan doa adalah senjata bagi orang beriman. Dengan berzikir dan berdoa, kita akan selalu terhubung dengan Allah SWT, yang merupakan sumber dari segala kekuatan dan kebaikan. Zikir dan doa juga akan menenangkan hati kita, menghapus kecemasan dan kesedihan, dan memberi harapan dan optimisme. Zikir dan doa juga akan melindungi kita dari godaan syaitan dan bisikan nafsu.

3. Bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT

Tobat dan istighfar adalah pintu rahmat Allah SWT yang selalu terbuka bagi hamba-Nya yang berdosa. Dengan bertobat dan memohon ampun, kita akan membersihkan hati kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan, baik yang besar maupun yang kecil. Tobat dan istighfar juga akan meningkatkan derajat kita di sisi Allah SWT, dan mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya.

Baca Juga :  TELAAH: Menceraikan Istri dalam Kondisi Marah Bagaimana Hukumnya?

4. Bersedekah dan berinfak di jalan Allah SWT

Sedekah dan infak adalah bukti dari keimanan dan kecintaan kita kepada Allah SWT dan sesama. Dengan bersedekah dan berinfak, kita akan membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain, dan juga membersihkan hati kita dari sifat kikir, bakhil, dan tamak. Sedekah dan infak juga akan menambah pahala kita, dan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

5. Bersilaturahim dan berbuat baik kepada sesama

Silaturahim dan kebaikan adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah SWT dan sesama. Dengan bersilaturahim dan berbuat baik, kita akan menjalin hubungan yang harmonis, damai, dan saling menguntungkan dengan orang-orang di sekitar kita.

Silaturahim dan kebaikan juga akan menumbuhkan rasa sayang, kasih, dan hormat antara kita. Silaturahim dan kebaikan juga akan menghapus permusuhan, permintaan, dan permusuhan.

Demikianlah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga dan membersihkan hati kita. Semoga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan benar. Amin.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AI Summit Singapore akan Hadir di ATxEnterprise pada 29-31 Mei 2024

Sel Mar 5 , 2024
Silahkan bagikan Acara B2B unggulan Asia Tech x Singapura (ATxSG) ATxEnterprise edisi ke-4, kembali tahun ini dengan agenda yang lebih luas dan lebih besar, mempertemukan para visioner, pakar, pemerintah, dan pemimpin industri dari seluruh dunia untuk membahas tren teknologi AI, peraturannya , dan dampaknya terhadap ekonomi digital dan masyarakat. VISI.NEWS […]