Menko PMK Minta MUI Bantu Soal Pemulasaraan Jenazah

Editor Menko PMK Muhadjir Effendy meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantu BNPB terkait proses pemulasaraan jenazah pasien Covid-19./biro setpres/rusman/via cnn indonesia/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Menko PMK Muhadjir Effendy meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantu BNPB terkait proses pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. Permintaan tersebut disampaikan menyusul lonjakan angka kematian Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikan Muhadjir Effendy di Kantor MUI Pusat saat silaturahmi dengan Pimpinan Harian MUI pada Rabu (14/7) lalu.

“Saya meminta bantuan kepada MUI terkait pemulasaraan jenazah. Presiden (Jokowi) sudah memerintahkan tenaga kesehatan tidak boleh ikut campur lagi mengurus jenazah dan diserahkan kepada BNPB,” kata Muhadjir Effendy yang dirilis di laman resmi MUI pada Jumat (16/7/2021), dilansir CNN Indonesia.

“Tenaga kesehatan fokus menangani pasien yang masih hidup. Saya mohon kerja sama MUI dan ormas keagamaan mulai perawatan sampai penguburan sehingga lancar dan tidak timbul kontroversi di lapangan,” lanjutnya.

Muhadjir Efendi melanjutkan bahwa tugas pemulasaraan jenazah sangat penting sebab ia khawatir jika jenazah Covid-19 tidak terurus dengan baik, situasi yang terjadi di India akan terjadi pula di Indonesia.

“Ini bisa ditindaklanjuti. Jangan sampai kasus seperti di India terjadi di Indonesia, ketika di mana-mana ada jenazah yang tidak tertangani. Saya mohon perhatian betul terkait pemulasaraan jenazah ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Muhadjir Efendy turut memberikan contoh kerja sama antar-ormas Islam yang membantu penguburan jenazah seperti yang dilakukan anggota Banser di Jawa tengah. Mereka ikut membantu penguburan jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah.

Menanggapi hal itu, MUI mengatakan bahwa pihaknya tengah menyusun rencana pelatihan pemulasaraan jenazah di masa Pandemi Covid-19 kepada penyuluh agama Kementerian Agama.

Wasekjen MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, M Ziyad, sebelumnya mengatakan bawah beberapa pimpinan harian MUI telah mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Ikatan Dokter Indonesia, dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin untuk membahas teknis pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 yang membeludak.

Baca Juga :  Selamat Berlibur di Kota Bandung, Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

“Dalam sembilan jam, ada 290 jenazah, jadi di rumah sakit itu ada jenazah yang sampai 20 jam belum keluar karena tenaga untuk pemakaman dan pemulasaraan jenazah kurang,” ujar M Ziyad pada Selasa (13/7) di Jakarta.

“Sekjen MUI menyampaikan kepada Dirjen Bimas Islam bagaimana memanfaatkan tenaga Penyuluh Agama untuk diperbantukan kepada rumah sakit yang memerlukan, maka perlu dilatih,” lanjutnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Keprihatinan yang Makin Memprihatinkan

Sab Jul 17 , 2021
Silahkan bagikanOleh Dr. Mumun Mulyana TAHUN 2020 – 2021 merupakan tahun keprihatinan kita. Individu prihatin, pedagang prihatin, pendidikan sedang prihatin, semua lapisan sosial masyarakat prihatin yang mendalam. Kekuatan sistem kehidupan, daya tolaknya makin rendah karena imunitas yang makin rendah tatkala diserang virus. Info peristiwa kematian di media sosial (medsos) bahkan […]