Menko PMK: Pandemi Covid 19 Berdampak Perubahan yang Rumit dan Membingungkan

Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, memberikan sambutan pada wisuda sarjana UNS periode V secara daring./visi.news/tok suwarto.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, menyatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong transformasi dunia kerja secara besar-besaran.

Penggunaan teknologi secara masif dan perubahan pola kerja yang mengutamakan kreativitas dan inovasi, merupakan salah satu bukti terjadinya transformasi selama pandemi melanda dunia.

“Siap tidak siap, pandemi telah mengakibatkan perubahan struktural dengan cepat dan masif. Perubahan terjadi baik di bidang pendidikan maupun dunia kerja. Hal itu terjadi tidak stabil, rumit, dan membingungkan sehingga kita harus mampu beradaptasi dengan memanfaatkan fasilitas teknologi,” tutur mantan Mendikbud periode 2016-2019 itu, dalam sambutannya pada wisuda sarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, periode V tahun 2020, yang digelar secara daring, Sabtu (24/10/2020).

Prof. Muhadjir menekankan, generasi milenial termasuk para sarjana lulusan UNS, harus melatih diri menghadapi segala perubahan yang telah dan akan terjadi saat memasuki dunia kerja. Bagi para sarjana yang baru lulus, memasuki dunia kerja merupakan etape awal dari perjalanan hidup dan masa depannya.

Sambil memberi selamat kepada empat orang mahasiswa UNS yang lolos dalam Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Nasional 2020, Menko PMK menjelaskan, kompetisi memperebutkan dana pengembangan usaha itu dirancang Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud untuk menumbuhkan dan mengembangkan bibit-bibit wirausahawan muda. Kebijakan Kemendikbud tersebut bertujuan merangsang pertumbuhan ekonomi melalui wirausahawan muda, yang menjadi salah satu cara menggenjot perekonomian Indonesia yang kini dilanda resesi akibat pada kuartal II-2020 ekonomi nasional tumbuh minus.

“KIBM bertujuan mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0, serta untuk membangun keterampilan yang luas. Saya mengapresiasi dan ikut berbangga terhadap prestasi UNS,” ujar Prof. Muhadjir lagi.

Wisuda sarjana UNS periode V tahun 2020, semula dirancang akan dilaksanakan secara terpadu antara luring (offline) dan daring (online). Namun, wisuda terhadap 1.474 sarjana baru tersebut terpaksa diubah secara daring, menyusul terbitnya surat pemberitahuan Rektor UNS yang membatasi aktivitas sivitas akademika di kampus, menyusul meninggalnya 2 orang dosen akibat terpapar Covid 19.

Pada wisuda periode III dan IV yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 beberapa bulan lalu, UNS sukses menggelar wisuda dengan mengombinasikan sistem luring dan daring. Para sarjana yang diwisuda secara luring, hanya terdiri dari wisudawan terbaik dari setiap fakultas dan dilaksanakan di Auditorium GPH Haryo Mataram dengan protokol kesehatan sangat ketat. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Antisipasi Libur Long Weekend, PT KAI Tambah 13 Persen Perjalanan

Sab Okt 24 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Mengantisipasi kemungkinan terjadi lonjakan jumlah penumpang pada masa libur Maulid Nabi Muhammad saw. dan cuti bersama akhir Oktober 2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menambah perjalanan sekitar 13 persen dari kapasitas yang berlaku dalam masa kenormalan baru. KA yang akan melayani penumpang […]