VISI.NEWS|BANDUNG -AS Roma kembali merasakan malam penuh harapan di Stadio Olimpico. Kemenangan atas Cagliari bukan hanya menjaga asa mereka di papan atas Serie A, tetapi juga menegaskan hadirnya sosok baru yang langsung memberi dampak nyata sejak kedatangannya di ibu kota Italia.
Donyell Malen menjadi pusat perhatian setelah mencetak dua gol yang memastikan tiga poin krusial. Brace tersebut melanjutkan start impresif penyerang asal Belanda itu bersama Giallorossi, dengan torehan tiga gol dari empat laga awal Serie A.
Penampilan tersebut dengan cepat memicu perbandingan dengan Marco van Basten, legenda Belanda yang namanya lekat dengan kejayaan sepak bola Italia. Namun, Malen memilih merespons dengan sikap merendah dan enggan terjebak dalam pujian berlebihan.
“Van Basten adalah pemain yang sangat spesial, bukan saya,” ujar Malen.
Di hadapan pendukung sendiri, Malen menunjukkan dua sisi berbeda sebagai penyerang. Gol pertamanya lahir dari sentuhan halus di sudut sempit yang mengecoh Elia Caprile, sementara gol kedua tercipta lewat pergerakan tanpa bola yang tajam untuk menyambut umpan tarik Zeki Celik.
Meski dinobatkan sebagai Man of the Match, Malen menegaskan bahwa performa tim jauh lebih penting daripada pencapaian pribadi.
“Saya sangat senang, kemenangan yang bagus, saya senang dengan gol-golnya, assist yang bagus, semua orang bermain dengan baik, jadi ini hari yang baik,” katanya.
Kemenangan ini memiliki arti besar bagi Roma. Cagliari datang ke Olimpico dengan catatan tiga kemenangan beruntun, namun Roma mampu memutus laju tersebut dan menyamai perolehan poin Juventus di peringkat keempat klasemen sementara.
Kontribusi Malen juga terlihat dari hubungannya dengan para pemain muda Roma. Ia secara khusus memuji Niccolò Pisilli yang tampil penuh energi di lini tengah.
“Dia luar biasa, saya selalu berbicara dengannya saat latihan, kami membutuhkan pemain dengan energi seperti dia, dan dia membawa itu ke dalam tim,” ujar Malen.
Pisilli menilai kemenangan ini lahir dari pendekatan agresif dan disiplin yang diterapkan Roma sepanjang pertandingan.
“Itu adalah penampilan yang bagus, saya mencoba memberikan kontribusi saya, kami bermain dengan intensitas tinggi, dan terkadang menampilkan sepak bola berkualitas,” kata Pisilli.
Bagi Pisilli, tuntutan permainan modern tak lagi bisa ditawar.
“Pemain sepak bola modern harus mampu melakukan segalanya, terutama di lini tengah,” pungkasnya.
Di tengah kenangan berbagai tragedi musim-musim sebelumnya yang kerap menggagalkan ambisi Roma, kehadiran Malen menjadi simbol awal baru. Tanpa euforia berlebihan, Roma kini melangkah dengan keyakinan yang lebih terukur.@fajar