VISI.NEWS – Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara, meninjau langsung pelaksanaan peyaluran bantuan Sosial tunai (BST) di halaman Kantor Pos Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (19/6).
Selain Mensos, pada kesempatan itu hadir pula sejumlah pejabat di lingkungan Kemensos, Wakil Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati Garut, serta unsur Forkopimda Garut.
Menurut Juliari, program BST diluncurkan pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi Covid-19. Juliari berharap agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Nanti kalau uangnya sudah diterima, pergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Jangan sekali-kali menggunakannya untuk membeli pulsa atau rokok,” pesan Juliari.
Disebutkannya, bantuan yang pada awalnya akan diberikan selama tiga bulan ini, pada akhirnya akan berlanjut sampai bulan Desember. Namun untuk besaran bantuan yang akan diberikan, nilainya akan berkurang dari semula Rp 600 ribu menjadi hanya Rp 300 ribu.
Untuk Kabupaten Garut, tuturnya, nilai bantuan dari program BST yang dikucurkan pemerintah pusat mencapai Rp 107.695.200.000.
Bantuan sebesar itu akan disalurkan kepada 60.453 keluarga penerima manfaat (KPM) program BST. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Barat, terdaftar sebanyak 1.091.213 KPM dengan nilai sebesar Rp 2 triliun lebih.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.
“Adanya kesiapan dan kerja sama yang baik antara PT Pos, BNI dan pemerintah daerah dinilainya menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan tersebut,” kata Mensos.
Di tempat yang sama, Mensos juga menyempatkan diri meninjau kios Warung KUBE Berkah Juang. Warung KUBE tersebut didirikan untuk melayani transaksi bansos pangan dan pembayaran nontunai lainnya, di antaranya pembelian pulsa, tiket pesawat, dan tiket kereta api.
“Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran distribusi bansos ini,” katanya.
Kepada Pemkab Garut, Mensos meminta terus memperbaiki data penerima bantuan sehingga tidak ada masyarakat terdampak pandemi yang belum terjangkau bantuan.
Usai meninjau kegiatan pelaksanaan penyaluran BST di wilayah Kecamatan Bayongbong, Mensos dan rombongan melanjutkan kegiatannya di Kantor Desa Neglasari, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Di sini Mensos menegaskan bahwa kehadirannya ini atas instruksi Presiden Joko Widodo untuk memastikan negara hadir bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam sambutannya menyebutkan bahwa Jawa Barat memiliki wilayah yang sangat luas serta jumlah penduduk yang banyak.
Menurut Uu, sangat wajar jika jumlah penduduk yang miskin di Jawa Barat pun terbilang tinggi dan tersebar di setiap wilayah.
“Dengan alasan tersebut, kami berharap bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat kepada Jawa Barat lebih besar lagi. Jumah warga miskin di Jawa Barat ini cukup banyak karena memang wilayahnya juga luas, ” ucap Uu.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyampikan ucapan terima kasih dengan kedatangan Menteri Sosial RI ke Garut karena akan memberikan banyak kebahagiaan dan keberkahan bagi warganya.
Ia juga berharap ke depannya Kabupaten Garut akan lebih normal lagi pasca wabah Covid-19.@zhr