VISI.NEWS | JAKARTA – Harga beras di pasaran masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) meskipun pemerintah mencatat tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp 6.000–Rp 6.900 per kilogram, sementara harga beras di pasar belum turun sesuai HET.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Kamis (21/8/2025), Amran menegaskan pemerintah bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus meningkatkan operasi pasar dengan volume sekitar 6.000 ton per hari. Stok untuk operasi pasar mencapai 1,3 juta ton dan ditargetkan bertahan hingga akhir tahun dengan seluruh pasokan berasal dari produksi dalam negeri.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengakui harga beras medium dan premium di seluruh zona masih berada di atas HET, namun mulai menunjukkan penurunan tipis. Arief menambahkan pihaknya bersama Kementan dan Kementerian Perdagangan tengah mengkaji penyesuaian HET seiring naiknya harga gabah kering panen.
Data Bapanas per Rabu (20/8/2025) mencatat harga beras premium di zona Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi berada di Rp 15.436 per kg, atau 3,6 persen di atas HET. Di zona lain, harga bahkan melampaui HET hingga 16 persen. Untuk beras medium, harga tertinggi tercatat di zona 3 sebesar Rp 16.431 per kg, atau 21,71 persen di atas HET.
Kendati demikian, laporan terakhir menunjukkan rata-rata harga beras pada akhir Agustus mulai menurun, meski belum menyentuh HET.
@ffr












