VISI.NEWS | DENPASAR — Selama hampir dua tahun bersembunyi dari kejaran Interpol, buronan internasional asal Rumania, Costinel-Cosmin Zuleam (33), membangun kehidupan domestik tertutup di Bali. Salah satu strategi penyamarannya terungkap setelah ia ditangkap aparat kepolisian, yakni dengan menjalani pernikahan siri bersama seorang warga negara Indonesia (WNI).
Fakta tersebut diungkap dalam konferensi pers Kepolisian Daerah Bali. Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol, Kombes Ricky Purnama, mengatakan status pernikahan siri Cosmin baru diketahui saat proses penangkapan berlangsung.
“Pada saat kami lakukan penangkapan bersama jajaran Polda Bali, kita dapati status yang bersangkutan telah menikah dengan status siri dengan warga negara Indonesia,” kata Ricky di Polda Bali, Selasa (20/1/2026).
Cosmin merupakan subjek Red Notice Interpol dan masuk daftar buronan paling dicari di Eropa, khususnya oleh otoritas Rumania. Ia akhirnya ditangkap pada 15 November 2026 oleh tim gabungan Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar setelah pergerakannya terpantau aparat.
Menurut Ricky, selama tinggal di Bali Cosmin sengaja membangun citra sebagai warga biasa dengan gaya hidup rendah profil. Strategi itu dilakukan agar keberadaannya tidak menarik perhatian lingkungan sekitar maupun aparat penegak hukum.
“Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok atau low profile, jadi artinya yang berpenghasilan itu justru pasangannya,” jelas Ricky.
Lebih jauh, polisi memastikan pasangan Cosmin tidak mengetahui latar belakang pria yang dinikahinya. Selama hidup bersama, Cosmin disebut menutupi identitas aslinya dan statusnya sebagai buronan internasional.
“Pada saat kita tangkap, pasangannya tidak mengetahui bahwa statusnya dalam pelarian,” ujar Ricky.
Cosmin diburu otoritas Rumania atas keterlibatannya dalam tindak kejahatan serius di Kota Sibiu pada 6 November 2023. Ia diduga terlibat dalam aksi kriminal bersama dua orang lainnya yang menargetkan seorang pengusaha lokal. Dari peristiwa tersebut, pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga, termasuk jam tangan mewah bernilai ratusan ribu euro.
Penangkapan Cosmin di Bali menandai berakhirnya pelarian panjang buronan tersebut, sekaligus menjadi bukti kerja sama lintas negara dalam memburu pelaku kejahatan transnasional yang mencoba bersembunyi di balik kehidupan normal. @kanaya