Menyikapi Perbedaan sebagai Sunatullah

Editor Ilustrasi perbedaan. /ricochet.com
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pengasuh Pesantren Al-Ma’rufiyah, KH Saiful Ammar kembali mengingatkan bahwa perbedaan adalah bagian dari sunatullah. ADVERTISEMENT Mengisi kajian ‘Lentera Hati: Ngaji Akhlak dan Tasawuf’ secara virtual di TVNU, Ahad (19/9/2021), ia mengatakan perbedaan adalah bentuk mahakreatif Allah karena menjadikan manusia berbeda-beda. Dalam banyak ayat, lanjut dia, disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia bervariasi.

Entah itu dari warna kulitnya, maupun pemikirannya. Perbedaan bukanlah masalah, karena yang seharusnya yang diperhatikan adalah bagaimana menjadi seorang hamba yang bertakwa. “Terkait apakah itu (perbedaan) akan dijadikan sebagai salah satu orang yang mendapatkan petunjuk. ‘Inna akramakum ‘indallahi atqakum’,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan banyak persamaan dan perbedaan. Misalnya dalam Islam sendiri terdapat empat mazhab, dan mungkin ada beberapa mazhab lain yang belum terkonfirmasi. “Bahwasannya, kemudian menjadi penting bagi manusia untuk saling menghormati,” ujarnya.

Terkait adanya kelompok yang gampang menuduh orang lain sesat, menurutnya kelompok ini diketahui seperti orang yang baru mengenal maupun mempelajari Islam. ‘Kerasnya’ itu dikarenakan belum banyaknya referensi bacaan antar mazhab dan pendapat.

“Kalau kita membaca satu mazhab saja, atau pun satu pemikiran saja maka kita akan mengklaim bahwa itu adalah kebenaran yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Nah, ini yang biasa dihadapi. Terkadang orang-orang (tersebut) yang baru mengetahui satu bacaan saja,” jelasnya.

Al-Qur’an menampung perbedaan Pakar Tafsir Indonesia, Prof Quraish Shihab, menegaskan bahwa Al-Qur’an sejatinya menampung aneka perbedaan. Perbedaan adalah keniscayaan Tuhan. “Bahkan saya selalu berkata baik dalam ucapan maupun tulisan: Tuhan mau kita berbeda. Alam raya berbeda, tumbuhan berbeda, manusia berbeda, pendapat berbeda,” tegasnya pada tayangan Mata Najwa beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Ema Sumarna dan 4 Anggota DPRD Tersangka Baru Dugaan Korupsi Bandung Smart City

Prof Quiraish juga kemudian menambahkan upaya agar tidak menjadi orang yang mudah diprovokasi. Ia mengatakan bahwa manusia harus bisa menjadi satu kesatuan. “Harus merasa bahwa kehidupan ini harus dipikul bersama. Hati harus bersih. Banyak jalan menuju ke Roma. Itu kita bisa bertemu,” jelas pendiri Pusat Studi Al-Quran tersebut.

Ia menambahkan bahwa agar tidak mudah diprovokasi, seseorang haruslah belajar, berilmu. “Ilmu, terutama kalau orang-orang beragama, ya ilmu agama. Ilmu dalam pengertian yang sesungguhnya. Itu yg menyelamatkan kita,” imbuhnya.@mpa/nu

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PPKM Resmi Diperpanjang, Anak Usia Dibawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Mal

Sel Sep 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah kembali memperpanjang masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level di Jawa dan Bali mulai Selasa (21/9/2021) sampai dengan 4 Oktober 2021. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, melalui YouTube pada Senin (20/9/2021). Dikatakan Luhut, […]