Search
Close this search box.

Merasa Dituduh dan Disudutkan Pernyataan Dewan, Paguyuban Rahayu Tegaskan Hal Ini

Paguyuban Rahayu saat mendatangi gedung kantor DPRD Kab. Bandung di Soreang./visi.news./dok.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Kelompok Paguyuban Rahayu mendatangi Gedung kantor DPRD Kabupaten Bandung pada Senin (28/7/2025). Namun tidak ada satupun anggota dewan yang dapat ditemui karena sedang berkegiatan di luar.

Kedatangan mereka untuk mengklarifikasi statement dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Bandung yang membuat gaduh di media sosial baru-baru ini.

Ketua Paguyuban Rahayu Iyus Rusli mengatakan bahwa, pihaknya merasa dituduh dan disudutkan atas pernyataan dari wakil rakyat tersebut.

“Katanya kami tidak datang saat audiensi terkait pipanisasi SPAM PDAM di Wilayah Pacet yang digelar Komisi B DPRD Kabupaten Bandung dan menyebut Paguyuban Rahayu sampai dua kali absen kemudian merasa dibohongi, itu tidak benar, logika nya gimana mau datang kalau tidak ada undangan, gimana kami mau tahu ada rapat?,” kata Iyus saat dikonfirmasi di kediamannya, Selasa (29/7/2025).

Selain itu, Paguyuban Rahayu menilai bahwa kebijakan untuk pengambilan air di sungai Citarum berdampak buruk pada sektor pertanian.

“Kapasitas 400 liter per detik saat ini saja sudah berat bagi petani dan warga masyarakat disini karena susah mendapat air bersih, apalagi ini mau ditambah jadi 1.150 liter per detik bisa dibayangkan anak dan cucu kita kedepannya, krisis air, kekeringan dan lain-lain,” terangnya.

Pihaknya khawatir jika itu kemudian terjadi dan dibiarkan begitu saja, tanpa ada pertimbangan dan solusi lain.

“Pada dasarnya kami tidak menolak program pemerintah terkait pipanisasi PDAM, tetapi kami menyarankan untuk sumber pengambilan air di sungai yang lainnya, bukan Citarum,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pihaknya memberikan waktu hingga Senin depan, kepada salah satu anggota DPRD Kab. Bandung khususnya Ketua Komisi B Faisal Radi Sukma, untuk segera melakukan klarifikasi dan mencabut pernyataan yang tidak berdasarkan data dan fakta sebenarnya.

Baca Juga :  Adam Alis Antar Persib Pertahankan Posisi Puncak Klasemen

“Jangan membuat kebohongan dan gaduh ke publik. Kami dari awal sudah menempuh jalur musyawarah tapi diabaikan, malah memfitnah,” tegasnya.

@gvr

Baca Berita Menarik Lainnya :