Meski Pandemi Corona, SDN 1 Pagerageung Tasikmalaya Tetap Gelar “Samenan”

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan lantaran adanya pandemi virus corona, nyatanya tak menyurutkan komite, pihak sekolah, para orang tua, dan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pagerageung, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk tetap merayakan tradisi kenaikan kelas atau ‘samenan’, Sabtu (6/6).

Tradisi samenan dan pelepasan siswa kelas VI jelang memasuki tahun ajaran baru tersebut, sudah menjadi program rutin yang kerap dilakoni seluruh sekolah setiap tahunnya.

Namun lantaran adanya pandemi Covid 19, pemerintah telah memberikan imbauan untuk menghindari kerumunan, termasuk tradisi samenan. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid 19.

Namun tidak bagi SDN Pagerageung 1. Tradisi samenan nyatanya tetap dilaksanakan di sekolahnya.

Meski digelar, acara berlangsung sangat sederhana. Dihadir 45 orang siswa kelas VI, dan orang tua yang menerima undangan.

Itu pun harus melewati sejumlah persyaratan, seperti yang hadir harus membawa undangan, diperiksa suhu tubuh, memakai masker, cuci tangan, dan mematuhi protokol kesehatan.

Prosesi kegiatan tahunan itu berlangsung hidmat tanpa mengurangi kesakralannya.

Ketua Komite SDN 1 Pagerageung, Ato Rinanto sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di sekolah.

Kegiatan dengan dasar kegiatan kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI, merupakan kegiatan puncak dari kegiatan sekolah dan siswa.

“Ini adalah sebuah letupan emosional anak yang memang tidak boleh ditutup atau dipangkas. Yang mendasari adalah bahwa setelah anak selama 6 tahun belajar, ini akumulasi atau puncak dari sebuah kebahagiaan serta di tunggu tunggu yaitu samen,” ucapnya.

Dijelaskan, kendati saat ini sedang dihadapi persoalan Covid 19, tapi tidak lantas kreativitas komite, guru, dan terutama siswa jadi terhambat.

Baca Juga :  BEM SI Berencana Galang 1.000 Massa Aksi Unjuk Rasa Besok

Atas dasar itu, tambahnya, diperlukan sebuah terobosan dan gagasan bagaimana caranya anak tetap berkreativitas. Guru-guru tetap berinovasi, komite juga sama berpikir inovatif dengan tidak menghalangi atau tidak tersekap dengan gara-gara Covid-19.

Ditambahkan, acara ini juga atas dasar kesepakatan dengan orangtua siswa. Selain itu konsultasi dengan pihak kepolisian, UPT Pendidikan, dan UPT Puskesmas.

Bahkan, saat acara berlangsung diawasi petugas kesehatan sehingga protokol kesehatan tidak terabaikan namun diutamakan.

“Jadi undangan yang hadir hanya yang diberi undangan, dan yang tidak menerima undangan tidak boleh masuk,” kata Ato Ronanto.

Kemudian, katanya lagi, pada saat masuk pun ada tim kesehatan, cek suhu, cuci tangan dan harus memakai masker. Bagi tamu undangan yang tidak membawa masker diberi masker secara gratis. Sehingga protokol kesehatan tetap menjadi panduan di dalam kegiatan ini.

“Adapun dalam acara ini yang kami libatkan adalah orang tua siswa kelas VI dan siswa kelas VI saja. Kemudian orang tua dan siswa kelas 5 sampai dengan kelas 1 boleh melihat melalui live streaming yang sudah di tetapkan oleh pihak sekolah,” tuturnya.

“Tidak ada pagelaran kreativitas anak, namun dihibur oleh Mr. Andika,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala SDN 1 Pagerageung, H. Saefullah, S. Ag mengatakan dalam acara ini hanya berbentuk seremonial sederhana namun tetap sangat sakral.

Dalam acara tersebut seperti ada prosesi Layang Pangajen atau penyematan medali kelulusan. Selain itu ada prosesi sungkeman siswa terhadap orang tuanya dan guru.

“Kegiatan yang sakral dan terharu ketika anak memberikan sungkem pada orang tua didik,”ucapnya.

Menurutnya, mudah-mudahan anak anak jadilah anak yang baik, berguna bagi bangsa dan negara.@erm

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kasus Polisi Minneapolis AS agar Jadi Pelajaran bagi Anggota Polri

Sab Jun 6 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana berharap peristiwa kematian George Floyd yang memicu kemarahan publik dan kerusuhan di Minneapolis, Amerika Serikat, bisa menjadi pelajaran bagi personel Kepolisian Republik Indonesia. “Kami berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bagi polisi Indonesia,” ujar Brigjen Chryshnanda, di Jakarta, […]