VISI.NEWS | BANDUNG – Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi memperpanjang kolaborasi riset pengembangan pembangkit listrik bersih berbasis amonia sebagai bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi Indonesia. Perjanjian riset terbaru ini ditandatangani di Bandung dan rilisnya diterima visi.news pada Kamis (22/1/2026).
Kerja sama riset tersebut merupakan kelanjutan dari fase-fase sebelumnya yang telah berjalan sejak 2020, dengan fokus menjajaki potensi pembangkitan listrik nol karbon berbasis amonia. Pada tahap terbaru ini, MHI dan ITB akan memperdalam riset terkait pembakaran amonia, khususnya untuk memastikan penerapannya secara aman dan efektif pada sistem turbin gas.
Melalui kolaborasi ini, MHI bersama merek solusi dayanya, Mitsubishi Power, dan ITB berupaya memperkuat pemahaman teknis yang dibutuhkan untuk mendukung pemanfaatan amonia secara praktis dalam pembangkitan listrik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan pembangkit listrik yang lebih bersih sekaligus berkontribusi pada agenda dekarbonisasi jangka panjang Indonesia.
Senior Vice President GTCC Business Division MHI, Satoshi Hada, mengatakan riset dan pengembangan menjadi elemen penting dalam strategi perusahaan untuk memajukan teknologi energi bersih.
““Riset dan pengembangan merupakan bagian penting dari MHI dan merek solusi daya kami, Mitsubishi Power, seiring dengan upaya kami untuk memajukan teknologi tenaga listrik yang lebih bersih. Kami bangga dapat melanjutkan momentum kolaborasi yang telah terjalin lama dengan ITB. Amonia semakin diakui sebagai bahan bakar bebas karbon yang menjanjikan, namun untuk merealisasikan potensinya, diperlukan pemahaman yang cermat dan mendalam terhadap karakteristik uniknya,” ujar Hada.
Menurutnya, amonia semakin diakui sebagai bahan bakar bebas karbon yang menjanjikan. Namun, realisasi potensinya membutuhkan pemahaman mendalam terhadap karakteristik unik amonia, terutama dalam konteks pembangkitan listrik.
“Dengan melanjutkan dan mengembangkan capaian yang telah diraih bersama, kami berharap dapat memperkuat fondasi teknis guna mendukung pembangkitan tenaga listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Guru Besar ITB, Ari Darmawan Pasek menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong transisi energi bersih.
“Transisi menuju energi yang lebih bersih sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim. Kolaborasi kami dengan MHI mencerminkan pentingnya menggabungkan penelitian akademis dengan keahlian industri untuk memajukan teknologi bahan bakar yang lebih bersih. Kami yakin kemitraan yang berkelanjutan ini akan menghasilkan wawasan berharga untuk mendukung peran amonia di masa depan pembangkitan listrik dan perjalanan dekarbonisasi Indonesia,” kata Ari.
Ia optimistis kemitraan berkelanjutan ini akan menghasilkan wawasan strategis yang dapat memperkuat peran amonia dalam sistem pembangkitan listrik masa depan serta mendukung perjalanan Indonesia menuju emisi nol bersih.
MHI dan ITB pertama kali menandatangani nota kesepahaman pada 2020 untuk berkolaborasi dalam riset solusi energi bersih generasi mendatang dan analisis big data pembangkit listrik. Kemitraan tersebut diperpanjang pada 2022 dan terus berkembang melalui berbagai inisiatif riset pembangkitan listrik berbahan bakar amonia hingga perjanjian terbaru pada 2026.
Dengan dukungan Mitsubishi Power, MHI menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor energi nasional, sejalan dengan target Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060. @desi