Milad Ke 23 Ponpes Wahdatut Tauhid, Bupati : Semoga Santri-Santrinya Jadi Generasi Berakhlakul Karimah

Editor Bupati Bandung Dr.HM Dadang Supriatna saat menghadiri milad ke-23 Ponpes Wahdatut Tauhid Majalaya. /visi.news/ gustav viktorizal
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | MAJALAYA – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menghadiri rangkaian kegiatan Milad ke-23 Pondok Pesantren Wahdatut Tauhid di Jalan SGB Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Sabtu (25/2/2023).

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Bandung turut meninjau pelayanan kesehatan gratis yang diinisiasi pihak pesantren bekerjasama dengan Puskesmas Majalaya. Selain melaksanakan kegiatan donor darah yang melibatkan Persaudaraan Donor Darah Majalaya (PDDM) dan PMI Kota Bandung. Selain itu Bupati Dadang Supriatna turut meninjau lokasi usaha mikro kecil dan menengah produksi pakaian busana muslim yang ada di lingkungan pesantren.

Bupati Dadang Supriatna didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Wahdatut Tauhid dan jajaran Forkopimcam Majalaya berharap kegiatan Milad yang dilaksanakan selama empat hari ini bisa berjalan dengan baik.

“Dalam Milad ke-23 ini berharap semakin barokah. Semakin Bedas, bisa menciptakan santriwan dan santriwati soleh untuk terus bersinergi dan berjuang guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung Bedas,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap melalui pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren tersebut dapat menciptakan anak-anak berkarakter dan berakhlakul karimah.

“Memang untuk menciptakan anak-anak berkarakter dan berakhlakul karimah tak mudah,” katanya.

Bupati Bandung juga berusaha untuk terus mendorong anak-anak yang masih duduk di SD dan SMP untuk mengikuti pendidikan keagamaan.

“Belajar keagamaan itu sangat penting, terutama bagi anak-anak yang duduk di SD dan SMP untuk memiliki nilai-nilai agama. Tanpa agama tak sempurna,” ujarnya.

Di lingkungan pesantren ini, Bupati Bandung mensosialisasikan program Besti (Beasiswa Ti Bupati). Menurutnya, Program Besti sudah dibuka sejak 6 Februari 2023 lalu, hingga saat ini sudah ada sebanyak 1.580 orang yang daftar.

“Jatahnya 125 orang. Syaratnya, di antaranya harus hafid Alquran minimal 1 juz. Program Besti ini untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  KH Abdurrahman Navis : Jernihkan Hati, Menerima Hidayah Ilahi

Disela-sela kunjungannya tersebut, Bupati Bandung berencana untuk memberikan bantuan mebeler untuk SMP Wahdatut Tauhid. Menurutnya, Pemkab Bandung telah memprogramkan bantuan untuk 125 Madrasah Ibtidaiyah dengan anggaran Rp 7,5 miliar.

“Hal ini untuk kebutuhan saran pendidikan bidang keagamaan, walaupun kewenangannya di Kementerian Agama. Tapi kita tetap peduli pada sarana pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Wadatut Tauhid H.Ade Ahmad Hidayat mengucapkan terima kasihny kepada Bupati Bandung yang menyempatkan hadir di Milangkala ke 23 tahun Ponpes tersebut.

“Alhamdulillah, saya bangga karena beliau tidak lupa dengan janjinya dulu sebelum menjadi Bupati Bandung, salah satunya akan memperhatikan ponpes ini, dan tentu memuliakan para ulama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut pula, H. Ade, mengharapkan bantuan Bupati Bandung berupa fasilitas kegiatan belajar mengajar yang masih kekurangan di SMA dan SMP.

“Tadi sudah disampaikan ke pa Bupati, selain Ponpes ini, kami sudah punya Sekolah namanya SMP dan SMA NU, tetapi kami juga masih kekurangan banyak fasilitas sarana dan prasarana, semoga Ada solusi untuk membantu,” pungkasnya. @gvr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Oknum Guru MI Cabul Ditahan Polrestabes Surabaya

Sab Feb 25 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Setelah melakukan serangkaian penyidikan, oknum guru madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, berinisial AR, 38, warga Surabaya, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka. Ini setelah polisi meminta keterangan Kepala MI yakni Alaika Habibur Rachma. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengungkapkan, AR sudah ditetapkan sebagai tersangka […]