Search
Close this search box.

Mimpi Empat Dekade Jadi Nyata, Como Tumbangkan Napoli Lewat Drama 13 Penalti

Pemain Como merayakan kemenangan adu penalti atas Napoli di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Rabu malam, 11 Februari 2026, yang membawa mereka ke semifinal Coppa Italia./source:instagram@comofootball

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Como menulis salah satu kisah terbesar Coppa Italia musim ini dengan menyingkirkan Napoli lewat adu penalti dramatis 7-6 setelah bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal. Bertandang ke Stadio Diego Armando Maradona pada Rabu malam, 11 Februari 2026, tim tamu tampil berani dan tenang hingga memastikan tempat di semifinal untuk pertama kalinya dalam hampir empat dekade.

Alih-alih bertahan total di kandang lawan yang dilatih Antonio Conte, Como justru membuka laga dengan keberanian memainkan bola pendek dan menguasai ritme. Pendekatan itu membuat Napoli kesulitan menemukan aliran permainan yang stabil di babak pertama.

Pelatih Como memuji ketenangan timnya menghadapi tekanan. “Kami datang ke sini dengan keyakinan bisa bermain dengan identitas sendiri. Para pemain menunjukkan keberanian luar biasa saat menguasai bola,” ujarnya selepas laga.

Peluang awal Napoli datang dari tembakan jarak jauh Stanislav Lobotka, tetapi kiper Jean Butez tampil sigap. Como kemudian mendapat momen emas ketika Ivan Smolcic dilanggar di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu, dan Martin Baturina sukses menaklukkan Vanja Milinkovic-Savic pada menit ke-39 untuk membawa Como unggul.

Napoli tersengat selepas jeda. Baru beberapa detik babak kedua berjalan, Rasmus Hojlund memberi assist kepada Antonio Vergara yang mencetak gol penyama kedudukan. Gol cepat itu sempat mengubah momentum dan membuat tuan rumah bermain lebih agresif.

Antonio Conte mengakui timnya bereaksi baik setelah tertinggal. “Respons kami di awal babak kedua sangat bagus, kami langsung menyamakan skor. Tapi setelah itu, kami kurang tajam dalam memanfaatkan peluang,” kata Conte.

Meski Napoli meningkatkan tekanan, pertahanan Como tetap disiplin. Peluang emas Amir Rrahmani lewat sundulan bahkan harus digagalkan sapuan di garis gawang oleh Nico Paz. Di sisi lain, Como juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, memaksa Milinkovic-Savic melakukan penyelamatan penting menjelang akhir laga.

Baca Juga :  Eddy Soeparno Terima Dubes UEA, Perkuat Kerja Sama Energi dan Ekonomi

Minimnya peluang bersih membuat skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Tanpa perpanjangan waktu, pertandingan langsung ditentukan lewat adu penalti yang berlangsung menegangkan hingga penendang terakhir.

Dalam babak tos-tosan, kedua tim saling membalas gol. Namun dua kegagalan penendang Napoli menjadi penentu. Como akhirnya memastikan kemenangan 7-6 setelah Stanislav Lobotka gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo terakhir Napoli.

Kiper Como, Jean Butez, menyebut momen itu sebagai pencapaian bersejarah. “Kami tahu ini kesempatan besar untuk klub. Di adu penalti, yang terpenting adalah ketenangan, dan semua pemain menunjukkan keberanian mereka,” ujarnya.

Secara statistik, laga berjalan relatif seimbang. Como sedikit unggul dalam penguasaan bola dan akurasi operan, sementara jumlah tembakan kedua tim tak terpaut jauh. Namun efektivitas dan ketenangan di momen krusial menjadi pembeda utama.

Kekalahan ini membuat Napoli harus mengubur harapan di Coppa Italia, setelah sebelumnya juga tersingkir dari kompetisi Eropa. Fokus pasukan Antonio Conte kini sepenuhnya tertuju pada perburuan posisi empat besar Serie A. Sementara bagi Como, malam di Naples menjadi penanda bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan, melainkan penantang serius yang siap melangkah lebih jauh.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :