VISI.NEWS|BANDUNG -Kekalahan 1-2 Real Madrid dari Osasuna pada Minggu (22/2/2026) WIB memunculkan polemik baru di internal Los Blancos. Bukan sekadar soal hasil akhir, sorotan tajam justru mengarah pada keputusan teknis pelatih Alvaro Arbeloa yang kembali tak memberi menit bermain kepada Franco Mastantuono.
Dalam situasi tertinggal dan membutuhkan gol di menit akhir, pemain berusia 18 tahun itu tetap duduk di bangku cadangan. Padahal, ia direkrut pada musim panas 2025 dengan nilai transfer mencapai 45 juta euro, angka yang mencerminkan ekspektasi besar klub terhadap potensinya.
Lebih mengundang tanya, Mastantuono sama sekali tidak tampil dalam tiga laga terakhir Real Madrid. Situasi tersebut memicu kebingungan di kalangan suporter dan pengamat.
Kritik keras datang dari Argentina. Mantan pemain legendaris River Plate, Norberto Alonso, menilai penanganan Real Madrid terhadap Mastantuono berisiko menghambat perkembangan sang pemain.
“Mereka sedang membunuhnya. Anda tahu kenapa? Saya pikir anak itu pada akhirnya akan berakhir di tim papan bawah. Lalu, mungkin dia akan kembali ke Real Madrid, tetapi pertama-tama, dia harus diberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia bisa bermain untuk Real Madrid,” kata Alonso seperti dikutip Marca.
Tak hanya pengamat, pejabat tim nasional Argentina juga disebut memantau situasi Mastantuono. Minimnya menit bermain dinilai tidak ideal menjelang agenda penting seperti La Finalissima pada Maret serta Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Secara taktik, perubahan pendekatan Arbeloa disebut menjadi salah satu penyebab tersisihnya Mastantuono. Peralihan ke skema empat gelandang membuat ruang bagi pemain muda tersebut semakin sempit. Kondisi ini berpotensi makin rumit ketika Rodrygo Goes pulih dari cedera dan kembali masuk rotasi utama.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan soal strategi pengembangan pemain muda di klub sebesar Real Madrid. Dengan jadwal padat dan tekanan meraih hasil instan, talenta muda kerap kesulitan mendapatkan ruang untuk berkembang.
Pada bursa transfer Januari lalu, Mastantuono sebenarnya sempat mendapat pendekatan dari Napoli. Namun tawaran itu ia tolak demi bertahan dan memperjuangkan tempat di Santiago Bernabeu. Melihat kondisi terkini, keputusan tersebut bisa saja menjadi bahan pertimbangan ulang jika situasi tak berubah.
Bagi Real Madrid, polemik ini menjadi ujian dalam menyeimbangkan ambisi jangka pendek dan investasi masa depan. Sementara bagi Mastantuono, kesabaran dan momentum akan sangat menentukan arah kariernya di salah satu klub terbesar dunia.@fajar