VISI.NEWS – Bupati Bandung H. Dadang M Naser, mengkritisi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung. Dikarenakan sampai saat ini, minimnya sosialisasi mengenai Pilkada serentak yang dilakukan KPU masih sangat kurang. Padahal hari pencoblosan 9 Desember 2020 tinggal satu bulan lagi.
“Saya meminta KPU untuk memaksimalkan dana sosialisasinya. Selain itu, saya juga mohon sosialisasi ini, dibantu juga oleh media. Tolong koordinasi, kan ada dana medianya di KPU. Sekarang kurang. Mestinya setiap hari itu ada berita soal 9 Desember,” tegas Dadang kepada wartawan di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (4/11/2020).
Menurutnya, dalam pilkada ini, diikuti oleh 3 pasang calon. Ketiga Paslon harus disoasiliasikan supaya masyarakat mengetahuinya. “Tiga pasang tiga pasang. Urai itu latar belakang masing-masing. Ini ahli sinetron, ini ahli sepak bola dan ini ahli pemerintahan. Urai supaya lebih tahu masyarakat,” ucapnya.
Secara jujur, pihaknya mengakui jika sosialisasi Pilkada Kab. Bandung masih sangat kurang. Dirinya pun balik bertanya ketika ditanyakan kenapa KPU minim sosialisasi hingga saat ini.
“Silahkan tanyakan ke KPU karena pasti alasannya Covid. Saya hanya bisa mendorong KPU. Kalau saya sudah menggerakkan semua jajaran hingga ke tingkat bawah,” jelasnya.
Pihaknya juga pun menegaskan, semua pihak harus bisa membedakan mana kampanye dan mana yang disebut sosialisasi. Pada kesempatan itu, dia mengaku bersyukur kondisi kamtibmas di Kab. Bandung hingga saat ini sangat kondusif.
“Kondusif, tapi ya biasa kalau ada yang memanas-manasi. Perang isu itu wajar, asal jangan perang fisik saja. Perang gagasan boleh, tapi itu jangan jadi pelanggaran, tetap harus pakai etika,” urainya.
Menurutnya, etika dalam permainan pilkada harus tetap diikuti oleh kita bersama dan ditaati oleh kita bersama. “Jadi intinya mari kita saling menghormati dan menghargai, agar tidak menabrak lampu merah dari aturan KPU ,” pungkasnya. @yus