Misteri Drone Ukraina Berjatuhan Sendiri, Ini Penyebabnya

Editor Drone Ukraina berjatuhan secara misterius. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KIEV – Sejumlah drone Ukraina ditemukan berjatuhan sendiri di wilayah pertempuran dengan Rusia. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah disebabkan oleh kegagalan sistem atau akibat serangan senjata Rusia. Pihak pabrikan dan militer Ukraina masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebabnya.

Salah satu drone yang jatuh adalah MAGURA V5, drone kamikaze yang dapat membawa hulu ledak seberat 441 pon dan menempuh jarak hingga 497 mil. Drone ini sering terlihat melakukan patroli di atas Laut Hitam dan melacak pergerakan kapal perang Rusia. Drone ini ditemukan tentara Rusia di pantai barat Semenanjung Krim.

Kejadian ini hanya merupakan kali kedua MAGURA V5 jatuh ke tangan Rusia. Sebelumnya, Rusia juga berhasil mendapatkan drone ini di tepi pantai. Beragam spekulasi muncul tentang penyebab drone-drone Ukraina berjatuhan. Apakah karena adanya gangguan sinyal, sabotase, atau senjata misterius Rusia?

Perusahaan teknologi Jerman, Quantum Systems, yang menyediakan teknologi drone untuk Ukraina, menyatakan bahwa selama beberapa bulan drone beroperasi dengan baik, untuk mendeteksi tank dan prajurit musuh. Namun, beberapa waktu terakhir, mesin-mesin ini jatuh dari langit tanpa penjelasan yang jelas, tepat setelah menyelesaikan misi mereka.

“Itulah misteri,” kata Sven Kruck, direktur Quantum, yang dihubungi oleh Kementerian Pertahanan Ukraina yang menuntut solusi. Insinyur perusahaan menemukan bahwa Rusia menyerang koneksi antara drone dan satelit untuk navigasi. Gangguan ini menyebabkan drone kehilangan arah dan jatuh.

Quantum mengembangkan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan untuk melawan tindakan ini. Perangkat lunak ini adalah pilot tambahan dan memungkinkan pengendalian manual, memungkinkan pendaratan drone menggunakan pengontrol Xbox. Quantum juga mendirikan pusat layanan perbaikan untuk memantau dan melawan serangan elektronik Rusia.

Baca Juga :  Libur Panjang Isra Mikraj, Arus Kendaraan Pemudik Meningkat di Tol Cipali

Selain MAGURA V5, Ukraina juga memiliki drone jarak jauh lainnya, yaitu Kosa. Drone ini mampu menempuh jarak hingga 750 kilometer dan mencapai Moskow jika diluncurkan dari Kyiv. Drone ini memiliki berat lepas landas sekitar 100 kilogram, dengan setidaknya 32 kilogram sebagai muatan peledak.

Kosa termasuk tipe drone serbaguna yang dapat diluncurkan dari hampir setiap lokasi. Tipe ini dapat beroperasi dari landasan pendek atau peluncur khusus, dan sangat diinginkan dalam peperangan modern karena kemampuannya untuk dirakit dengan cepat dan kemampuan produksi massal.

Ukraina berencana memproduksi hingga 500 unit drone Kosa setiap bulan, meskipun saat ini produksi sekitar 100 unit per bulan. Peningkatan serangan oleh Ukraina di wilayah Crimea memberikan beberapa bukti untuk spekulasi peningkatan produksi drone.

Dengan adanya drone-drone Ukraina yang berjatuhan sendiri, pertanyaan yang muncul adalah apakah Rusia memiliki senjata rahasia yang dapat menetralkan ancaman udara dari Ukraina. Atau apakah Ukraina memiliki strategi baru untuk mengelabui Rusia dengan menjatuhkan drone milik sendiri?

Menurut laporan media, Ukraina telah menjatuhkan salah satu drone milik sendiri yang telah kehilangan kendali di pusat ibu kota Kiev. Kejadian ini menimbulkan serangkaian ledakan di Kiev, mengikuti gelombang serangan Rusia beberapa waktu lalu.

Angkatan Udara Ukraina mengakui menjatuhkan sendiri drone tersebut, yang merupakan bagian dari latihan militer. Mereka mengklaim bahwa drone tersebut tidak membawa muatan peledak dan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

Namun, beberapa analis menilai bahwa insiden ini mungkin merupakan bagian dari operasi psikologis Ukraina untuk mengecoh Rusia. Dengan menjatuhkan drone milik sendiri, Ukraina mungkin ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki banyak drone yang dapat dikorbankan, atau bahwa mereka memiliki drone lain yang lebih canggih dan rahasia.

Baca Juga :  AMI Masih Mempertanyakan HP Napi di Lapas Madiun yang Diduga Dipakai Penipuan

Misteri drone Ukraina berjatuhan sendiri masih belum terpecahkan. Apakah ini merupakan akibat dari perang elektronik, perang psikologis, atau perang senjata rahasia? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

@mpa

 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Simpati Netizen kepada Prabowo Meningkat Usai Debat Capres ke-3, Anies Dinilai Terlalu Menyerang

Sel Jan 9 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Debat capres 2024 yang ketiga yang digelar oleh KPU pada Minggu (7/1/2024) malam juga berlangsung sengit dan menarik. Capres nomor urut 1 Anies Baswedan kembali melontarkan serangan-serangan kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Anies menuding Prabowo sebagai orang yang tidak konsisten, tidak jujur, dan […]