VISI.NEWS | JAKARTA – Petugas haji ditegaskan sebagai ujung tombak utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, saat meninjau pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Menurut Menhaj, kualitas layanan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, regulasi, atau sistem yang dibangun pemerintah, tetapi sangat bergantung pada dedikasi, profesionalisme, serta integritas para petugas yang bertugas langsung di lapangan.
“Anda semua yang menentukan sukses atau tidaknya Kementerian Haji dan Umrah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026,” tegas Irfan Yusuf saat memberikan arahan kepada peserta diklat, Senin (26/1/2026).
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan program strategis nasional sekaligus amanah langsung dari Presiden. Oleh karena itu, setiap potensi kegagalan harus diantisipasi sejak dini dan tidak boleh terjadi dalam pelaksanaannya.
“Jika Anda gagal, berarti program Presiden juga gagal. Karena itu, tidak ada kata gagal dalam penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya dengan nada tegas di hadapan para calon petugas.
Meski menyampaikan penekanan keras, Menhaj tetap memberikan motivasi kepada seluruh peserta diklat. Ia menyebutkan bahwa masih tersedia waktu yang cukup untuk memperkuat kapasitas, kompetensi, dan kesiapan mental sebelum terjun langsung melayani jemaah di Tanah Suci.
“Masih ada empat hari lagi sebelum Diklat PPIH Arab Saudi ini selesai. Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Irfan Yusuf.
Ia berharap empat hari tersebut digunakan untuk memperdalam pemahaman tugas, prosedur pelayanan, serta memperkuat semangat pengabdian. Menurutnya, petugas haji bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi juga pelayan umat yang membawa nama baik negara.
Lebih lanjut, Menhaj menekankan pentingnya empati dan tanggung jawab moral dalam melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah lansia dan perempuan yang menjadi kelompok afirmasi utama dalam penyelenggaraan haji 2026.
Dengan bekal diklat yang matang, integritas yang kuat, dan semangat pengabdian yang tinggi, Kementerian Haji dan Umrah optimistis pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dapat berlangsung sukses, aman, tertib, dan bermartabat bagi seluruh jemaah Indonesia.
@uli












