Modus Kejahatan Baru, Anak Ditukar Beras

Editor :
Ilustrasi penculikan./foto: istockphoto/ giuda90/via cnn indonesia

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pelaku penculikan bocah laki-laki berinisial AR (10) untuk ditukar dengan beras kini jadi buruan polisi. Cirinya, tinggi, kurus, dan menggunakan motor matic.

“Sudah dilaporkan kepada pimpinan agar mendapat atensi penyelidikan atas kasus ini,” kata Bhayangkara Pembina Keamanan, Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Aipda Syarifuddin, Makassar, Rabu (8/9/2021), mengutip CNN Indonesia dari Antara.

Senada, Kepala Subbagian Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS mengatakan bahwa pelaku masih dalam proses pengejaran.

“Iya pelaku sementara lidik. Korban sudah berada di rumahnya setelah diantar oleh Bhabinkamtibmas setempat,” kata dia, Rabu (8/9).

Syarifuddin menjelaskan kejadian itu bermula saat pelaku mengiming-imingi korban yang tengah bermain di sekitar rumahnya, di Jl Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, dengan uang Rp 15 ribu agar ikut naik sepeda motor dengan alasan jalan-jalan.

Pelaku kemudian berputar-putar membawa korban sambil mencari warung ataupun toko kelontong yang menjual beras.

Dia pun mampir di sebuah warung di Jalan Pelita Raya, Ballaparang. Usai mengambil beras, pelaku menitipkan korban dengan alasan lupa membawa uang.

“Modusnya, sampai di warung dia (pelaku) pura-pura lupa bawa dompet, kemudian anak itu disimpan sebagai jaminan untuk dipercaya. Ada tiga karung beras dibawa pelaku,” ungkap Syarifuddin.

Informasi dari korban penjual beras, pelaku menggunakan motor otomatik dengan ciri-ciri orangnya agak tinggi, dan kurus.

Pemilik toko Risnawati mengungkapkan pelaku saat itu singgah mengambil sekarung beras isi 25 kilogram dan kembali lagi mengambil dua karung 10 Kg.

Dengan alasan ada acara pengantin dan lupa membawa uang, pelaku menitipkan adiknya ke toko.

“Alasannya, lupa ambil uang, jadi saya bilang jangan ambil semua, lalu dia bilang titip adikku dulu sebentar, nanti pulang diambil lagi di situ, kemudian pergi begitu saja,” tuturnya.

Baca Juga :  Angkat Tema Disabilitas, Menghantarkan Salma Fauzani Juarai Lomba Surat Cinta Untuk Bupati Bandung

Tak lama, sang anak menangis. Risnawati pun menanyakan soal status kekerabatan pembeli beras itu. Korban membantah itu dan menyatakan pelaku hanya menjemputnya di dekat rumah setelah dijanjikan uang Rp15 ribu.

“Saya bilang ke dia (korban) itu kakakmu kah? dia bilang bukan, hanya dijanji saja uang, tapi uangnya tidak ada. Ada Rp 500 ribu kerugianku,” cetus dia.

Risnawati menghubungi Bhabinkamtibmas untuk mencari tahu keberadaan orang tua korban. Sang anak lantas menyebutkan domisilinya.

“Setelah ditelusuri, akhirnya orang tua korban diketahui dan dibawa korban dibawa pulang ke rumahnya,” timpal Lando.

Korban dipulangkan Bhabinkamtibmas ke rumahnya. Orangtua korban, Jufri (38), sempat cemas lantaran anaknya belum terihat lagi usai bermain di sekitar rumah sejak pagi hingga menjelang sore.

“Sempat saya melapor di Kantor Polrestabes Makassar, anak saya hilang dan belum pulang. Nanti setelah polisi membawanya baru kami tenang, alhamdulillah selamat,” ucapnya.

Menurut Lando kejadian anak yang ditukar beras ini sudah terjadi setidaknya dua kali.

“Seperti halnya kasus yang pernah terjadi seperti kasus tabung gas, sebenarnya bukan kasus penculikan tapi modus saja untuk melakukan penipuan supaya dipercaya oleh pemilik barang,” tandasnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Taruna PIP Semarang Tewas Dipukul Senior, 5 Jadi Tersangka

Jum Sep 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Mahasiswa Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Zidan Muhammad Faza (21) tewas karena dipukul seniornya dalam tradisi pembinaan di Mes Indo Raya, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/9/2021). Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar menjelaskan kejadian bermula ketika para senior PIP angkatan 54 memanggil mahasiswa angkatan 55. Mereka menjalankan […]