Search
Close this search box.

Mudik 2026: Ini Jumlah Kendaraan Menurut Jasa Marga

Puncak Arus Mudik, GT Cikampek./visi.news/ekonomi bisnis.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTAPT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat mobilitas kendaraan pada periode arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 telah mencapai puncaknya dan kini mulai menunjukkan tren penurunan.

Pada periode H-10 hingga H-2 atau 11–19 Maret 2026, tercatat sebanyak 621.366 kendaraan melintas menuju arah timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.

Angka tersebut meningkat 145,52 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 253.080 kendaraan.

Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyatakan bahwa puncak arus mudik tahun ini telah dilalui dengan lancar berkat penerapan sejumlah rekayasa lalu lintas.

“Puncak arus mudik Idulfitri 1447H/2026 telah terlewati dengan baik. Berbagai rekayasa lalu lintas telah diberlakukan secara terintegrasi, mulai dari contraflow di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, penerapan one way nasional dari KM 70 GT Cikampek Utama hingga KM 414 GT Kalikangkung, serta one way lokal di wilayah Semarang hingga Salatiga. Langkah-langkah tersebut efektif dalam menjaga kelancaran arus kendaraan menuju Trans Jawa pada periode puncak mudik,” ujar Ria dikutip dalam keterangannya, Sabu (21/3/2026).

Ria menambahkan, JTT kini bersiap menghadapi arus balik dengan menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas serta dukungan operasional di lapangan.

“Selanjutnya, JTT siap mengantisipasi arus balik dengan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas serta dukungan operasional di lapangan, termasuk pengoperasian gardu dan mobile reader secara optimal dan situasional guna memastikan kelancaran transaksi serta meminimalkan antrean kendaraan di gerbang tol,” kata Ria.

“Di sisi lain, potongan tarif tol sebesar 23% untuk seluruh transaksi di Ruas Batang–Semarang masih diberlakukan sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Tabrak Warung Nasi Goreng di Garut, 1 Orang Tewas

Sementara itu, arus kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat mengalami penurunan. Selama periode yang sama, volume kendaraan mencapai 172.090 unit atau turun 30,30 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 246.886 kendaraan.

Peningkatan volume kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk daerah Jawa Tengah, volume kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung tercatat sebanyak 335.229 kendaraan atau naik 134,80 persen dari kondisi normal 142.774 kendaraan.

Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Semarang tercatat 105.780 unit atau turun 21,40 persen dari normal 134.575 kendaraan.

Pada GT Banyumanik, arus kendaraan menuju Solo mencapai 366.374 kendaraan atau naik 84,21 persen dari normal 198.887 kendaraan. Adapun kendaraan menuju Jakarta tercatat 141.739 unit atau turun 11,86 persen dari kondisi normal 160.815 kendaraan.

Untuk wilayah Jawa Timur, di GT Warugunung tercatat 211.162 kendaraan menuju Surabaya atau naik 18,68 persen dari normal 177.924 kendaraan. Sementara itu, arah Jakarta mencapai 221.659 kendaraan atau meningkat 32,14 persen dari normal 167.743 kendaraan.

Pada GT Kejapanan Utama, sebanyak 222.346 kendaraan menuju Malang atau naik 9,37 persen dari normal 203.301 kendaraan. Adapun kendaraan menuju Surabaya tercatat 219.443 unit atau naik 0,95 persen dari normal 217.378 kendaraan.

Sementara itu, di GT Singosari, kendaraan menuju Malang tercatat 120.682 unit atau naik 3,86 persen dari normal 116.196 kendaraan. Untuk arah Surabaya, volume kendaraan mencapai 113.179 unit atau meningkat 3,64 persen dari normal 109.207 kendaraan.

Baca Berita Menarik Lainnya :