MUI Ajak Umat Perkuat Bidang Ekonomi

Editor :
Sekjen MUI Buya Anwar Abbas./mui.or.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sekjen MUI Buya Anwar Abbas mengajak umat bermusahabah terkait capaian umat di bidang ekonomi dalam menyambut Tahun Baru 1442 Hijriah.

Dikatakannya, umat Islam memang sudah banyak sumbangsih bagi kemajuan bangsa. Namun, sumbangsih itu belum optimal menyentuh sisi ekonomi. Dari jumlah umat Islam di Indonesia yang mencapai 87%, kontribusi umat bidang ekonomi masih terasa kurang, utamanya bidang ekonomi skala besar/konglomerasi bisnis.

“Dari 10 orang terkaya di negeri ini, hanya satu orang yang beragama Islam. Dari 50 orang terkaya, hanya enam yang beragama Islam. Ini masih jauh dari harapan. Kita perlu muhasabah terkait nasib dan keadaan umat Islam,” katanya baru-baru ini, seperti dilansir mui.or.id.

Buya menilai, masih banyaknya umat Islam yang terbelakang dari sisi ekonomi salah satunya disebabkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan yang ada dan diterima umat Islam tidak mendukung umat menjadi entrepeneur maupun intrapreneur. Dia melihat, pendidikan bahkan sampai level universitas lebih banyak melahirkan “employee mentality”. Itu tergambar dari sedikitnya umat yang menjadi konglomerat.

“Supaya kontribusi umat Islam dalam bidang ekonomi kelas atas ataupun skala besar bisa meningkat di masa-masa mendatang, maka kita harus memacu diri agar jumlah umat Islam yang ada di ekonomi kelas atas proporsional dengan jumlah umat. Kalau bisa, sembilan dari sepuluh orang terkaya berasal dari umat Islam,” katanya.

Fokus memajukan ekonomi umat ini, menurutnya, tidak bisa ditawar lagi. Bila umat itu maju secara ekonomi, bangsa juga semakin maju. Dari 30 juta orang miskin di Indonesia saja, kata dia, 90 persen di antaranya berasal dari kalangan Islam. Artinya, mereka masih menjadi tantangan bangsa ke depan. Dengan memajukan umat secara ekonomi, maka masalah bangsa pun lambat laun bisa teratasi.

Baca Juga :  Ade Barkah Punya Kemampuan Terjemahkan Ideologi Partai ke Wilayah Teknis

“Ke depan, umat diharapkan memberikan perhatian lebih kepada usaha menciptakan entreprenur dan intrapreneur yang handal. Usaha itu hendaknya benar-benar dilandasi keinginan mengubah nasib dan keadaan,” paparnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Massa Keberatan Rumah Dijadikan Tempat Ibadah, Menag Angkat Bicara

Kam Agu 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Perselisihan dalam pelaksanaan ibadah kembali terjadi di Cikarang. Sejumlah massa keberatan dengan penggunaan rumah di salah satu perumahan sebagai tempat pelaksanaan ibadah yang mengumpulkan banyak orang dari luar keluarga tersebut, bahkan dari luar penghuni kompleks. Menteri Agama Fachrul Razi menyesalkan terjadinya perselisihan ini. Menurutnya, hal seperti itu […]