MUI Minta Pemasangan Wifi di Masjid Tak Bebani DKM

Ketua MUI Garut, KH A Sirodjul Munir./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Imbauan yang dikeluarkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat terkait pemasangan wifi di masjid-masjid, mendapat tangapan berbagai pihak. Program tersebut dinilai sangat positif selama tidak membebani DKM masing-masing.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, KH A Sirodjul Munir, mengaku sangat mengapresiasi imbauan DMI terkait pemasangan wifi tersebut.

Menurutnya, hal itu dapat membantu siswa dalam pelaksanaan pembelajaran online, apalagi saat ini tak semua siswa mampu membeli kuota atau HP.

“Konsep DMI itu sangat bagus dan dapat membantu siswa yang orang tuanya mempuyai keterbatasan untuk menyediakan kuota. Tak hanya itu, selama ini di Garut masih banyak daerah yang belum tersentuh jaringan internet karena faktor geografis,” komentar Munir, Senin (3/8).

Terkait manfaat atau mudharat dari penyediaan jaringan wifi, Munir menilai, hal itu pasti akan ada. Namun semuanya tentu kembali lagi kepada si pengguna, apakah tujuannya baik atau tidak.

Oleh karena itu, pihak DKM harus mengantisipasinya dengan membentuk satgas untuk melakukan pengawasan agar tak sampai terjadi penyalahgunaan.

Selain itu, Munir menyoroti masalah pembiayaan pemasangan dan langganan wifi. Jangan sampai program ini dilaksankan, biayanya dibebankan kepada DKM sehingga sangat memberatkan.

“Kalau biayanya ditanggung oleh DMI pusat atau pemeritah, kami sangat menyambut baik konsep tersebut. Yang penting jangan sampai anggarannya diserahkan ke DKM karena sangat memberatkan,” katanya.

Sementara itu, pengurus DMI Kabupaten Garut, Edy Heryadi, mengatakan, kebijakan DMI pusat terkait imbauan pemasangan wifi di masjid-masjid, tentu akan diikuti oleh DMI daerah dan kabupaten, termasuk Garut.

Apalagi imbuan tersebut, lebih banyak menimbulkan dampak positif terutama dalam membantu kelancaran pelaksanaan pembelajaran secara online di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

“Kebijakan pemerintah pusat dengan daerah dan kabupaten selama ini selalu satu arah, tak pernah ada silang pendapat. Termasuk dalam hal imbauan pemasangan wifi,” ujar Edy.

Berdasarkan data yang ada di DMI Garut, tuturnya, saat ini sudah 80 persen masjid di Garut bisa terjangkau jaringan internet. Sisanya 20 persen, masih kesulitan mengakses internet karena berada di daerah blankspot, yakni di daerah pelosok dan pegunungan.

Namun, menurutnya, itu bukan tak bisa terjangkau jaringan internet, hanya saja terdapat keterbatasan. Ada daerah yang oleh provider satu tak bisa menjangkau internet, tapi oleh provider lain bisa.

Oleh karenanya, terkait teknis penydiaan jaringan untuk daerah pelosok atau pegunungan, menurut Edy, diperlukan koordinasi dan kerja sama yang baik.

Bukan hanya dengan satu provider tapi harus beberapa provider. Dengan kecanggihan teknologi, Edy mengaku, optimis permasalahan kesulitan jaringan yang terjadi bisa tertanggulangi.

Namun tambah Edy, untuk menghindari adanya potensi penyalahgunaan, tentunya harus ada aplikasi yang bisa menjadi filter atau alat pengontrol, juga disediakan di tiap masjid terpasang wifi.

“Kalau program pemasangan wifi ini jadi dilaksnakan, DMI Garut sepakat untuk minta aplikasi yang bisa mengontrol atau mengakses siapa saja pengguna. Dan apa saja yang diaksesnya,” ujarnya.

Jika penggunaan wifi di masjid-masjid tidak diimbangi dengan pengawasan ketat, tambahnya, maka akan sangat rentan terjadi penyalahgunaan.

Edy menyampaikan, selama ini DMI mulai pusat hingga daerah memang punya tujuan baik, yakni melakukan pengembangan pendidikan atau tarbiyah.

Pengembangan tarbiyah ini sendiri akan jauh lebih baik jika diselenggarakan murobbi atau pendidik di baitullah (bumi Allah), dalam hal ini masjid.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jangan Korbankan Pedagang, Dewan Desak Pemkab Garut Selesaikan Pembangunan Pasar Leles

Sel Agu 4 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Leles, di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang tidak ada kejelasan, mendapat sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut. Pemkab Garut didesak untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan pasar tersebut agar pedagang tak dirugikan lebih besar lagi. Anggota Komisi II DPRD Garut, […]