MUI: Redaksi Azan tak Boleh Diubah untuk Jihad

Editor :
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI - KH Cholil Nafis./republika.co.id

Silahkan bagikan

– “Saya berharap masyarakat tak mengubah azan yang sudah baku dalam Islam. Panggilan jihad tak perlu melalui azan.”

VISI.NEWS – Baru-baru ini sedang viral sekelompok orang yang mengubah redaksi azan untuk tujuan jihad. Ketua Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025, KH Cholil Nafis menjelaskan tujuan azan yang sebenarnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini mengatakan, azan itu sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu salat dan melakukan salat berjemaah di masjid.

Meskipun syariah juga menganjurkan kepada selain salat, seperti sunah mengazani anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur.

Karena itu, menurut dia, di zaman Rasulullah saw. juga pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi azan manakala ada uzur yang menghalangi masyarakat untuk salat di masjid, seperti hujan deras dan angin kencang. 

“Azan waktu itu diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi azannya bahwa masyarakat diminta untuk salat di rumahnya,” ujar Kiai Cholil dalam keterangan tertulis seperti yang dilansir Republika.co.id, Senin (30/11/2020).

Namun, menurut Kiai Cholil, selain karena urusan salat Nabi Muhammad saw tak pernah mengubah redaksi azan. Karena itu, menurut Kiai Cholil, redaksi azan tidak boleh diubah untuk tujuan jihad seperti yang tengah viral di media sosial.

“Selain karena urusan salat itu, Nabi saw. tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perang pun tak ada redaksi azan yang diubah. Redaksi azan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena, itu ibadah yang sifatnya tauqif (sudah ditetapkan dan tidak boleh ditambah-tambah),” kata Kiai Cholil.

Dia pun berharap, umat Islam di Indonesia tidak mengubah redaksi azan yang sudah baku. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan.

“Saya berharap masyarakat tak mengubah azan yang sudah baku dalam Islam. Panggilan jihad tak perlu melalui azan. Dan jihad bukan hanya berkonotasi perang secara fisik, tapi juga dalam memantapkan iman dan penguatan umat Islam,” jelas Kiai Cholil.

Seperti diketahui, dalam salah satu video yang viral, kalimat “Hayya Alas Sholah” dalam azan diubah menjadi  “Hayya Alal Jihad”. Dalam video itu tampak sejumlah orang membawa senjata tajam saat azan dikumandangkan.

Dalam video lainnya, tampak juga lima orang jemaah sedang berdiri. Salah satu jemaah berkemeja hitam yang berdiri paling depan kemudian melantunkan azan. Namun, dalam azannya pria tersebut melantunkan kalimat “Hayya Alal Jihad” dan diikuti oleh jemaah lainnya. Padahal, kalimat yang benar adalah “Hayya Alas Sholah”. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mahfud: MIT Bukan Gerakan Keagamaan, tapi Kejahatan

Sen Nov 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan pemerintah mengutuk aksi teror dan kekerasan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Tengah. Ia menyebut, MIT tak pantas disebut kelompok keagamaan. “Dalam hal ini Kelompok Ali Kalora dari MIT […]