Mulai 1 November 2020, Jemaah Umrah dari Luar Saudi Boleh Masuk

Suasana pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram di masa pandemi Covid-19./saudigazette.com.sa
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Para peziarah dari luar Arab Saudi berusia antara 18 hingga 50 tahun akan diizinkan melakukan umrah saat negara itu kembali mengizinkan masuknya jamaah dari luar selama fase ketiga dari relaksasi bertahap layanan umrah yang berlaku mulai Minggu, 1 November 2020 (15 Rabiul Awal 1442).

Para peziarah harus tetap dikarantina selama tiga hari setelah tiba di Kerajaan Arab Saudi, sesuai dengan tindakan pencegahan dan protokol pencegahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah untuk membendung penyebaran virus corona.

Okaz / Saudi Gazette mewartakan dari sumber kementerian bahwa semua perusahaan umrah harus mematuhi peraturan kementerian dan kontrol yang mengatur penerimaan jamaah dari luar Kerajaan Arab Saudi.

Sesuai aturan, para jemaah umrah wajib memiliki surat keterangan hasil tes kesehatan PCR yang menunjukkan bebas virus corona. Hasil tes PCR dikeluarkan oleh laboratorium terpercaya di negaranya, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga saat pemberangkatan ke Arab Saudi.

Jemaah umrah yang masuk negara tersebut harus sudah mendapatkan reservasi untuk pelaksanaan umrah serta kunjungan ke dua masjid suci dan salat di Raudah As Syarif. Mereka harus teregistrasi melalui aplikasi Eatmarna, serta telah melakukan konfirmasi reservasi penerbangan pulang sesuai dengan program yang disetujui untuk setiap jamaah.

Peraturan tersebut mencakup reservasi untuk akomodasi komprehensif, dan ini harus mencakup setidaknya tiga kali makan selama tiga hari isolasi medis.

Perusahaan umrah harus memverifikasi informasi yang benar di paspor jamaah, termasuk tanggal lahir yang masuk dalam sistem umrah, dalam waktu maksimal 34 jam sebelum tanggal kedatangan. Data tiket pesawat yang dikonfirmasi untuk setiap jamaah juga akan dimasukkan ke dalam sistem.

Data tersebut harus mencakup nomor tiket, nomor penerbangan kedatangan, kota keberangkatan, tanggal dan waktu lepas landas, kota kedatangan, tanggal dan waktu kedatangan, serta data yang sama untuk penerbangan keberangkatan. Sistem tersebut juga akan memuat informasi tentang akomodasi di Makkah dan Madinah.

Agen haji dan umrah dari luar Saudi dalam kerjasama dengan perusahaan umrah Saudi, bertanggung jawab atas integritas data ini, dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban kalau memberikan informasi yang salah. Agen asing harus memberi tahu para peziarah tentang kehati-hatian kesehatan, wajib dari isolasi medis tiga hari setibanya di Kerajaan di hotel tempat para peziarah tinggal.

Kementerian menyatakan bahwa jamaah harus dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan minimal 50 jamaah dalam satu kelompok, dan perusahaan umrah harus menunjuk ketua kelompok untuk membimbing setiap kelompok.

Harus ada program reservasi yang seragam bagi jemaah haji dengan semua layanan, termasuk penerbangan, perumahan dan transportasi yang bertepatan dengan tanggal reservasi umrah dan mengunjungi masjid suci sejalan dengan sistem aplikasi Eatmarna bagi jamaah asing.

Kementerian menegaskan bahwa perusahaan umrah Saudi yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menindaklanjuti penyediaan layanan yang dikontrak dalam paket umrah seperti perumahan, transportasi, layanan lapangan, asuransi, dan makan, di samping mengatasi segala kekurangan layanan dan fasilitas yang komprehensif. Asuransi untuk layanan lapangan termasuk transportasi antara haram dan perumahan serta miqat mereka.

Kementerian menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait lainnya, sedang berupaya untuk menentukan negara dari mana dan para pelaku umrah mana yang dapat datang dengan jumlahnya secara berkala.

Hal ini sejalan dengan klasifikasi dalam hal kepatuhan terhadap tindakan pencegahan dan persyaratan masing-masing negara. Kementerian juga memberikan akreditasi kepada penyedia layanan yang memenuhi syarat seperti hotel dan perusahaan transportasi sesuai dengan kontrol fase luar biasa ini dan persyaratan kehati-hatian serta protokol kesehatan.

Kementerian menginstruksikan penyedia layanan untuk memberikan layanan mereka melalui platform pemasaran elektronik yang disetujui dan direservasi pusat Saudi. Juga  sistem sertifikasi elektronik oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah untuk kontrak yang ditandatangani antara agen asing dan penyedia layanan Umrah.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pekayanan Bapenda Terus Ditingkatkan

Sen Okt 26 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak. Sejumlah wajib pajak yang berhasil ditemui di ruang pelayanan mengatakan pelayanan pajak saat ini dirasakan sangat baik dibanding beberapa.bulan sebelumnya. “Alhamdulillah pelayanan di loket sangat baik dan petugasnya ramah serta cepat dalam pelayanan” […]