Mulai 18 Desember, Warga Solo Nekat Mudik dari Perantauan bakal Dikarantina di STP

Editor :
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengecek persiapan rumah karantina di hall Solo Techno Park (STP) bagi warga Solo di perantauan yang mudik akhir tahun./visi-news.com/tok suwarto

Silahkan bagikan

VISI-NEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan telah siap melaksanakan karantina wajib bagi warga perantau yang mudik pada liburan Natal dan tahun baru, dengan menempatkannya di rumah karantina di hall Solo Techno Park (STP).

Ketentuan karantina wajib bagi pemudik tersebut akan dilaksanakan mulai Jumat (18/12/2020) mendatang dengan menempatkan petugas penjemput di terminal bus, stasiun kereta api, dan di bandara.

Semula, Pemkot Solo berencana memulai memberlakukan aturan karantina wajib bagi pemudik tersebut mulai 15 Desember 2020. Namun, karena alasan masih menunggu peraturan wali kota sebagai regulasi payung hukum, akhirnya diputuskan pelaksanaannya diundur menjadi 18 Desember 2020.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di sela kegiatan Mider Praja, Jumat (11/12/2020), mengatakan kepada wartawan, alasan diberlakukannya karantina wajib bagi warga Kota Solo di perantauan yang mudik karena kasus Covid-19 di Kota Solo akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan.

Wali kota yang akrab disapa Rudy itu mengimbau, jika warga Solo di perantauan tidak ingin dikarantina, sebaiknya mereka tidak pulang ke Solo dahulu sampai Covid-19 bisa dikendalikan.

“Jadi, yang terkena aturan wajib karantina itu pemudik. Warga Solo yang bekerja di Jakarta atau di Palembang, kalau pulang hanya liburan saja tidak usah mudik dulu,” kata Rudy.

Menanggapi para pendatang ke Kota Solo yang bertujuan menghadiri pesta pernikahan serta keperluan lain, Rudy menyatakan, mereka masih boleh masuk Solo dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kalau mau jagong, mau ke hajadan pernikahan boleh saja. Tetapi harus sesuai protokol kesehatan,” tandasnya.

Menurut wali kota Solo, hall STP di kawasan Mojosongo yang digunakan sebagai rumah karantina bagi pemudik, saat ini telah disiapkan 60 tempat tidur. Para pemudik yang akan dijemput petugas Satgas Covid 19 di terminal, stasiun dan bandara, maupun yang diantarkan para relawan Jogo Tonggo akan dikarantina selama 14 hari.

Baca Juga :  Kapolresta Bandung Minta Suporter Kembali ke Daerah Asalnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Ahyani, yang juga ketua Satgas Covid 19 Kota Solo, menjelaskan, regulasi berupa peraturan wali kota (Perwali) dan surat edaran (SE) akan mengatur ketentuan tentang karantina dan isolasi bagi pemudik. Ketentuan isolasi akan terdiri dari beberapa kategori, berdasarkan hasil rapid test maupun tes usap, yaitu mereka yang positif Covid-19 atau mereka yang selesai perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, pada Jumat petang, beredar imbauan tertulis Wali Kota Solo yang ditujukan kepada berbagai pihak tersebar melalui media sosial. Imbauan tersebut, selengkapnya tertulis,

“Kpd Yth Tokoh masyarakat, tokoh agama, PHRI, ASITA Dan lembaga yg lainnya. Bahwa tidak ada Lock Dows di Kota Solo. Meluruskan berita di media adalah Pemkot Surakarta menghimbau bagi warga masyarakat yg merantau bekerja diluar daerah bertahun tahun, dimohon tidak mudik dulu, dikarenakan penambahan warga Solo yg terpapar positif COVID – 19 semakin bertambah banyak. Namun apabila ada yg nekad mudik, maka Pemkot Surakarta menyiapkan Rumah Karatina di Solo Techno Park bagi perantau untuk dikarantina selama 14 hari. Bagi warga yang ingin ke Solo jagong atau melaksanakan pernikahan dan tugas kedinasan dipersilahkan tidak ada kaitanya dng karantina mudik. Mhn dapat dimengerti dan tidak diplintir plintir atau dipolitisir”. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tahapan Pilbup Bandung, Hari ini, Rekapitulasi Suara dari PPS ke PPK Dimulai

Jum Des 11 , 2020
Silahkan bagikanVISI-NEWS.COM – Pascapencoblosan Pilkada Bandung 9 Desember lalu, Jumat (11/12/2020) hari ini dimulai tahapan rekapitulasi suara dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa ke Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK). Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan oleh PPK ini dijadwalkan10-14 Desember mendatang. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupatèn Bandung, Agus Baroya […]