Muncul Kerusuhan Gegara Al Quran Dibakar Kelompok Sayap Kanan Anti-Imigran di Swedia

Editor Ilustrasi Kitab Suci Al Quran./dok/net.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SWEDIA – Kerusuhan berlanjut pada hari Minggu (17/4/2022) di Norrköping untuk hari keempat dan beberapa kota lainnya di Swedia.

Bentrokan dan kerusuhan itu dipicu oleh pembakaran Al Quran oleh kelompok sayap kanan anti-imigran di negara itu.

Melansir BBC.com, media lokal mengatakan tiga orang terluka di kota timur Norrköping pada hari Minggu ketika polisi melepaskan tembakan peringatan ke arah perusuh.

Beberapa kendaraan dibakar dan sedikitnya 17 orang ditangkap. Pada hari Sabtu, kendaraan termasuk bus dibakar di kota selatan Malmo selama demonstrasi sayap kanan.

Sebelumnya, pemerintah Iran dan Irak memanggil duta besar Swedia untuk memprotes pembakaran tersebut.

Ekstremis Denmark-Swedia Rasmus Paludan, yang memimpin gerakan Stram Kurs, atau Garis Keras, mengatakan dia telah membakar teks paling suci Islam dan akan mengulangi tindakan itu.

Sedikitnya 16 petugas polisi dilaporkan terluka dan beberapa kendaraan polisi hancur dalam kerusuhan pada Kamis, Jumat, dan Sabtu di tempat-tempat di mana kelompok sayap kanan merencanakan acara, termasuk di pinggiran kota Stockholm dan di kota Linköping dan Norrköping.

Polisi membubarkan kerumunan pengunjuk rasa di daerah Rosengård di Malmo pada hari Sabtu.

Paludan telah mengancam akan mengadakan rapat umum lagi di Norrköping pada hari Minggu, mendorong para demonstran tandingan untuk berkumpul di sana, Deutsche Welle melaporkan.

Polisi setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka melepaskan tembakan peringatan setelah diserang dan tiga orang tampaknya terkena pantulan.

Kepala polisi nasional Swedia Anders Thornberg mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa para demonstran telah menunjukkan ketidakpedulian terhadap kehidupan petugas polisi, menambahkan:

“Kami telah melihat kerusuhan kekerasan sebelumnya. Tapi ini adalah sesuatu yang lain.”

Baca Juga :  Lomba Kicau Burung di Kota Tasikmalaya Dibubarkan Satgas Covid-19

Protes terhadap rencana Stram Kurs untuk membakar Al-Quran telah berubah menjadi kekerasan di Swedia sebelumnya.

Pada tahun 2020, pengunjuk rasa membakar mobil dan bagian depan toko dirusak dalam bentrokan di Malmö .

Paludan – yang dipenjara selama satu bulan pada tahun 2020 karena pelanggaran termasuk rasisme di Denmark – juga telah berusaha merencanakan pembakaran Al Quran serupa di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Prancis dan Belgia. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Di Masa Reses, Puan Ingatkan Dewan Awasi Pasokan dan Lonjakan Harga Pangan Jelang Lebaran

Sen Apr 18 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengingatkan kepada seluruh Anggota Dewan yang sedang menjalankan masa reses pada 15 April sampai 16 Mei 2022 untuk turun langsung mendengar aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) jelang mudik Lebaran. Apalagi, kata Puan, sejumlah permasalahan mulai pasokan, distribusi […]