Musda IV DPD Partai Golkar KBB Ditandai ‘Walkout’ Peserta

Editor :
Aksi walkout peserta Musda IV Golkar DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Minggu (30/8)./ayobandung.com/tri junari

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Jalannya demokrasi pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Minggu (30/8) tercoreng aksi walkout peserta.

Sebanyak 13 Pimpinan Kecamatan (PK) partai berlambang beringin ini memilih walkout dan menggelar aksi unjuk rasa di luar ruang musda. Mereka akan bertahan di Kantor DPD Golkar Jabar untuk meminta penjelasan pimpinan DPD Golkar Jabar Ade Barkah Surahman datang menemui mereka.

Aksi yang menjadi aib bagi Golkar ini dipicu adanya indikasi main curang dilakukan tim verifikasi penjaringan calon Ketua DPD Golkar KBB.

Dadan Supardan yang telah mengantongi 13 dukungan PK, dewan penasihat, dan ormas pendiri partai malah digugurkan.

Di sisi lain, tim verifikasi yang terdiri dari pengurus DPD Golkar Jabar malah meloloskan Feri Pamawisa yang dinilai tidak memenuhi syarat batas pendidikan dan belum mengabdi sedikitnya 5 tahun.

Dewan Penasihat Partai Golkar KBB, Syahbandar menilai, insiden ini menjadi preseden buruk pada jalannya demokrasi di Partai Golkar. Penolakan atas putusan tim verifikasi hingga walkout dan aksi unjuk rasa seharusnya tidak terjadi.

“Dengan begini dipastikan akan semakin membuat Partai Golkar semakin terpuruk, padahal kita berharap musda ini menjadi momentum kebangkitan Golkar di KBB,” katanya, seperti dilansir ayobandung.com.

Pengguguran Dadan Supardan sebagai calon ketua dengan alasan mal administrasi patut dicurigai sebagai bentuk keberpihakan pengurus Golkar Jabar pada calon tertentu. Hal itu juga mencerminkan bahwa suara Golkar sudah tidak lagi mewakili akar rumput.

“Tim verifikasi telah berbuat curang untuk menjegal Dadan Supardan dan meloloskan Fery Pamawisa. Padahal, Dadan telah memenuhi syarat administrasi sebagai calon Ketua DPD Golkar KBB dengan mengantongi 15 pemilik suara dari total 22. Dan ini memenuhi 30% dukungan,” sebutnya.

Baca Juga :  Ace Hasan: Golkar Institute Bukan Hanya untuk Kader Juga Masyarakat Umum

Doni Ramlan, Ketua PK Golkar Cikalongwetan mengatakan, langkah memalukan terpaksa dilakukan mengingat tim verifikasi Jabar telah melabrak juklak musda dengan meloloskan calon tertentu yang tidak memenuhi syarat. Sesuai dengan juklak musda, yaitu syarat calon harus sudah sarjana dan mengabdi di partai selama 5 tahun berturut-turut.

“Kriteria tersebut tidak dipenuhi oleh calon tersebut. Tim verifikasi tetap meloloskan calon tersebut,” tandasnya.

Atas dasar itu, 15 pemilik suara yang terdiri dari 13 Pengurus Kecamatan, ormas pendiri, dan ormas yang didirikan akan melaporkan rekayasa Musda IV DPD Partai Golkar Bandung Barat kepada Majelis Pertimbangan DPP partai Golkar.

“Termasuk melaporkan oknum-oknum DPD Jabar dan DPP, 15 pemilik suara pendukung Dadan Supardan akan bertahan di Kantor DPD Golkar Jabar untuk meminta penjelasan pimpinan DPD Golkar Jabar atas rusaknya moral tim verifikasi juga meminta Ketua DPD Golkar jabar untuk hadir menemui kami,” sebutnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tragis, PKS Terancam Tak Dapat Mengajukan Calon di Pilkada Kab. Bandung

Sen Agu 31 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung kemungkinan tidak akan diikuti oleh calon bupati/calon wakil bupati (Cabup/Cawabup) dari PKS. Partai peraih 10 kursi di DPRD Kab. Bandung itu, hingga hari ini belum ada kepastian dengan partai mana berkoalisi untuk memenuhi persyaratan pengajuan calon. “Tragis memang kalau sampai peraih […]