Nakes Divaksinasi Dulu agar Bisa Merawat Rakyat yang Terpapar Covid-19

Editor :
Danrem 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rano Tilaar dan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, termasuk di antaranya 11 tokoh yang diimunisasi pada hari pertama vaksinasi Covid 19 di Kota Solo./visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Hari pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Solo yang digelar Pemkot Solo di 33 fasilitas kesehatan (saskes), Kamis (14/1/2021), relatif berjalan lancar.

Vaksinasi diawali oleh 11 orang tokoh masyarakat yang mewakili berbagai unsur, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo yang sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kota Solo, Ahyani, Ketua DPRD, Danrem 074 Warastratama, Kol. Rano Tilaar, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua IDI, Ketua PDGI, Ketua IAI, Ketua IBI, Ketua PPNI dan seorang unsur media, yang dilaksanakan di RSUD Bung Karno Semanggi.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, tidak termasuk daftar prioritas vaksinasi tahap pertama tersebut karena keduanya sudah berusia di atas 60 tahun.

Wali kota yang biasa disapa Rudy itu, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dokter Siti Wahyuningsih, melakukan pemantauan pelaksanaan di sejumlah puskesmas di lima kecamatan yang ditunjuk sebagai Faskes pelaksana vaksinasi.

Kota Solo sendiri merupakan salah satu kota di Jawa Tengah, yang menjadi pilot proyek vaksinasi Covid 19 tahap pertama, bersama Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Dalam vaksinasi yang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (Nakes) tersebut, jumlah Nakes di Kota Solo yang akan diimunisasi tercatat sebanyak 10.620 orang.

Di sela pemantauan vaksinasi, wali kota Solo menjelaskan, imunisasi dengan vaksin Covid -19 diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) bertujuan meningkatkan daya kekebalan petugas garda terdepan tersebut dalam penanganan Covid-19.

Dia menyatakan, banyak orang bertanya kenapa tidak rakyat dahulu yang divaksinasi untuk menyelamatkan agar tidak terpapar Covid-19.

“Masalahnya, kalau tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid -19 tidak divaksinasi kemudian terpapar Covid -19, siapa yang merawat warga masyarakat yang terpapar Covid-19. Di Solo saja, kemarin dilaporkan penambahan warga yang terkonfirmasi positif mencapai 300 orang. Masyarakat harap sabar dulu karena vaksinasi dilaksanakan bertahap,” ujarnya sambil bersoloroh.

Menanggapi peningkatan jumlah warga yang positif Covid-19 tersebut, Rudy menyatakan akan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dia menekankan, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19 karena vaksinasi bukan satu-satunya cara pencegahan.

Terhadap para nakes, Rudy meminta jangan ada yang menolak vaksinasi karena tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan diri mereka atau minimal meningkatkan daya imunitas agar tidak terpapar Covid-19.

“Vaksinasi memang untuk perlindungan diri dari penularan Covid- 19. Tidak ada istilah menolak vaksinasi supaya semua sehat. Tetapi yang lebih penting jangan meninggalkan protokol kesehatan dengan menerapkan 4 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” tandasnya. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satgas Penanganan Covid-19 Garut Sidak Tempat-tempat Keramaian

Jum Jan 15 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke sejumlah lokasi di pusat Kota Garut dan dibantu TNI-Polri serta Satpol PP, Kamis (14/1/2021). Kepala Satpol PP Garut, Hendra S. Gumilang mengatakan, pihaknya dibantu TNI-Polri melakukan operasi penegakan protokol kesehatan di sebelas titik […]