Nama di STNK Robicon yang Dipakai Mario Dandy Ternyata Pekerja Cleaning Service

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – KPK membenarkan bahwa nama yang tertera sebagai pemilik Jeep Wrangler Rubicon yang dibesut Mario Dandy Satriyo bekerja jadi tenaga kebersihan.

Dalam kasus penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, satu unit Jeep Wrangler Rubicon menjadi barang bukti. Kendaraan ini, yang sudah dinyatakan menggunakan pelat nomor polisi bodong digunakan untuk mengangkut tersangka Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan dan anak berkonflik dengan hukum AGH untuk ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) di kawasan Ulujami Jakarta Selatan.

Di lokasi itulah Mario Dandy Satriyo melakukan penganiayaan, direkam oleh Shane Lukas dan anak berkonflik hukum AGH.

Selanjutnya, Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dandy Satriyo dimintai penjelasan terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Termasuk Jeep Wrangler Rubicon.

Rafael Alun Trisambodo menyatakan bahwa Jeep Wrangler Rubicon bukanlah miliknya. Melainkan kepunyaan kakaknya, ia menjualnya dari seseorang dengan nama tertera di BPKB serta STNK.

Dikutip dari laman News Suara.com, tim KPK telah mengadakan penelusuran pemilik Jeep Wrangler Rubicon berdasar alamat yang tertera. Yaitu Gang Jati, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

KPK membenarkan bahwa Ahmad Saefudin, warga Mampang, Jakarta Selatan  yang namanya diduga dicatut sebagai pemilik Jeep Wrangler Rubicon tunggangan Mario Dandy Satriyo, bekerja sebagai tenaga kebersihan atau  seorang cleaning service.

Informasi Ahmad Saefudin yang bekerja sebagai cleaning service diperoleh KPK saat mengirimkan tim ke Mampang, Jakarta Selatan.

“Waktu tim ke lapangan, fakta ini sudah kami dapatkan,” jelas Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dihubungi wartawan, Jumat (3/1/2023).

Dari pengakuan Rafael Alun Trisambodo, kendaraan itu adalah milik kakaknya. Awalnya dibelinya dari Ahmad Saefudin, kemudian dijual kepada  saudaranya itu. Namun belum balik nama, sehingga di STNK dan BPKB masih tertulis nama Ahmad Saefudin.

Baca Juga :  Soundcore Persembahkan Aerofit Pro, Serta True-wireless Earbuds Soundcore P40i

Pahala Nainggolan menyatakan tetap akan melakukan penelusuran untuk memastikan pengakuan Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak. “Kami sedang lihat transaksi keuangan pada saat beli atau jualnya,” tambah Pahala Nainggolan.

Sementara itu dikutip dari kantor berita Antara, Ketua RT 01/RW 01, Gang Jati, Mampang Prapatan, Kamso Badrudin (49) tidak percaya bahwa Ahmad Saefudin yang dahulu tinggal di alamat itu adalah pemilik Jeep Wrangler Rubicon. Apalagi, sosok itu juga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun lalu.

Senada dengan Ani (50), tetangga dan teman lama yang menyampaikan Ahmad Saefudin pernah bekerja sebagai cleaning service hingga berjualan kopi. “(Dia kerja) cleaning service. Kadang dulu-dulu ya dia jualan kopi juga, indomie juga,” tandasnya.

Itulah sebabnya, ia tidak percaya Ahmad Saefudin disebut-sebut memiliki  Jeep Wrangler Rubicon. “Saya tidak percaya. Buat makan saja susah. Kalau gaji doang, buat makan nggak cukup, katanya kalau cerita,” tutup Ani.

Diduga pakai nominee

“Ya PD-lah, semuanya di-laporin. Ini saya sekarang nih ngecek ke semua jaringan yang kami punya, semua sudah dilapor. PD enggak dia kaya gitu? PD dia,” jelas Pahala.

Salah satu harta kekayaan Rafael yang diduga menggunakan nomine yakni mobil Jeep Rubicon.

Dari hasil penyelidikan KPK, ditemukan fakta bahwa Jeep Rubicon yang sempat digunakan Mario Dandy Satriyo (20) anak Rafael saat menganiaya David (17) tercantum kepemilikannya atas nama Ahmad Saefudin, warga Mampang, Jakarta Selatan.

Pahala mengemukakan berdasar hasil penelusuran, Ahmad merupakan pegawai kebersihan atau cleaning service.

Sementara menurut klaim Rafael saat diperiksa KPK Jeep Rubicon itu diakui milik kakaknya. Awalnya Rafael berdalih membelinya dari Ahmad, kemudian dijual ke kakaknya. Namun menurutnya kendaran itu belum balik nama, di STNK dan BPKB masih tertulis nama Ahmad.

Baca Juga :  Musda IV DPD Partai Golkar KBB Ditandai 'Walkout' Peserta

Pahala menyatakan tetap akan melakukan penelusuran untuk memastikan pengakuan Rafael yang merupakan pejabat pajak Kementerian Keuangan.

“Kami sedang lihat transaksi keuangan pada saat beli/jualnya,” pungkasnya.@mpa/suara.com

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati DS Hadiri Grand Opening SMP Habibi Bina Cendikia Solokanjeruk

Sab Mar 4 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOLOKANJERUK – Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna bersama Ketua Fraksi PKB DPR RI Dr H Cucun Ahmad Syamsurijal melaksanakan Grand Opening SMP Habibi Bina Cendikia di Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, Kab. Bandung, Jumat (3/3/2023). Hadir pula pada Grand Opening tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kab. […]