Search
Close this search box.

Negosiasi Buntu, Risiko Membesar: Liverpool Berjudi pada Kecepatan Van de Ven Usai Gagal Dapatkan Guehi

Tragedi krisis lini belakang Liverpool terlihat di Stadion Anfield, Liverpool, Januari 2026, saat The Reds dipaksa mengalihkan target transfer usai gagal merekrut Marc Guehi./source:instagram@liverpoolfc.

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Bursa transfer musim dingin 2026 berubah menjadi ujian serius bagi Liverpool. Gagal mengamankan tanda tangan Marc Guehi yang justru berlabuh ke Manchester City, The Reds kini dipaksa mengambil keputusan cepat di tengah keterbatasan opsi bek tengah dan kalender pertandingan yang kian padat.

Kebutuhan mendesak Liverpool terlihat jelas saat menghadapi Marseille di kompetisi Eropa. Absennya Ibrahima Konate membuat Virgil van Dijk hanya memiliki Joe Gomez sebagai partner di jantung pertahanan. Kondisi tersebut memantik kekhawatiran di internal klub terkait kedalaman skuad.

Seorang sumber klub mengakui situasi itu tidak ideal. “Kami tidak bisa terus berharap semua pemain bertahan tetap fit sepanjang musim,” ujarnya.

Kegagalan merekrut Guehi menjadi pukulan karena Liverpool menilai bek Crystal Palace itu sebagai solusi siap pakai. Namun, keputusan sang pemain memilih City membuat manajemen harus mengalihkan strategi. Fokus pun mengarah ke Tottenham, tepatnya pada Micky van de Ven.

Bek asal Belanda tersebut dinilai sebagai profil yang mampu menjawab kebutuhan spesifik Liverpool, terutama dalam menjaga ruang luas di belakang garis pertahanan tinggi. Laporan di Inggris menyebutkan Liverpool terus memantau situasi kontraknya yang masih berlaku hingga 2029, namun belum menunjukkan tanda-tanda perpanjangan.

Seorang pejabat klub menyebut kecepatan menjadi faktor krusial. “Kami bermain dengan garis tinggi. Jika bek tengah tidak cepat, risikonya terlalu besar,” katanya.

Van de Ven dikenal sebagai salah satu bek tercepat di Premier League. Rekor lari 37,38 km/jam yang ia catatkan pada Februari 2024 menjadi gambaran mengapa Liverpool tertarik. Keunggulan ini dinilai sejalan dengan peran yang selama ini dijalankan Van Dijk sejak 2018.

Namun, langkah ini bukan tanpa pertaruhan. Van de Ven memiliki riwayat cedera yang signifikan, dengan total 48 pertandingan terlewat sejak musim 2023/2024. Selain itu, kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang masih menjadi tanda tanya, aspek yang sangat vital dalam sistem permainan Liverpool.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 12 Februari 2026

Kebutuhan Liverpool juga bersifat jangka panjang. Van Dijk kini berusia 34 tahun, Konate berpotensi hengkang tanpa biaya di akhir musim, sementara kontrak Joe Gomez hanya tersisa satu tahun dan dibayangi catatan cedera.

“Kami harus berpikir sekarang dan nanti. Jika salah langkah, dampaknya bisa terasa lebih dari satu musim,” ujar sumber klub tersebut.

Dengan waktu yang terus berjalan, Liverpool berada di persimpangan penting. Gagal mendapatkan bek yang tepat bukan hanya soal kalah bersaing di bursa, tetapi berpotensi menjadi tragedi bagi stabilitas pertahanan mereka di sisa musim ini.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :