Ngawangkong Bareng Ngabedaskeun Bahas Soal Kode Etik Jurnalistik

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama insan pers melaksanakan ngawangkong bareng dengan tema “Ngabedaskeun” di Hotel Kampung Sumber Alam Garut, Selasa (6/2/2024) malam.

Sebelumnya, puluhan wartawan melaksanakan giat Batur Bedas (Bareng Touring Wartawan Bedas) dari Lapangan Plaza Pemkab Bandung Soreang menuju lokasi ngawangkong bareng Ngabedaskeun di Garut.

Pada giat ngawangkong bareng Ngabedaskeun itu lebih membahas tentang kode etik jurnalistik (KEJ) yang harus dipahami secara mendalam oleh para wartawan, dan tak hanya sekilas atau sepintas.

Pada acara ngawangkong bareng Ngabedaskeun itu dengan narasumber Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Bandung Yosep Nugraha, Wartawan senior Rahmat Sudarmaji dan akademisi dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Enjang.

Para peserta ngawangkong bareng Ngabedaskeun itu yaitu para wartawan yang tergabung dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Jabar, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) Jabar dan Pacira.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha mengatakan melaksanakan ngawangkong bareng Ngabedaskeun untuk menjalin silaturahmi di antara wartawan atau insan pers dalam upaya membangun sinergitas dengan Pemkab Bandung.

“Ngawangkong bareng Ngabedaskeun ini untuk membangun kebahagiaan, kegembiraan. Healing ini untuk mendapatkan kebahagiaan,” harap Yosep.

Yosep mengatakan orang bahagia cenderung berpikir positif, pandai bersyukur dan produktif.

Yosep berpesan kepada para wartawan untuk membantu dan mensosialisasikan masyarakat untuk menggunakan hak politiknya pada Pemilu 14 Februari 2024.

Pada kesempatan itu, Yosep memiliki kebanggaan tersendiri tentang pers. Karena para wartawan bekerja olah kata, yang diubah menjadi narasi berita yang ditayangkan melalui media cetak, online dan televisi. “Sangat luar biasa pekerjaan teman teman wartawan ini,” katanya.

Baca Juga :  Densus Tangkap Salah Satu Gembong Bom Bali I, Buron 18 Tahun

Yosep berharap para wartawan untuk memahami etika secara umum, sehingga tidak akan menyimpang dari kemerdekaan pers dan tanggungjawab pers.

“Wartawan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sebagai pilar keempat di negara kita ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Sudarmaji mengatakan, berdasarkan hasil survei di lapangan, wartawan yang membaca dan memahami KEJ sangat minim dan masih dibawah 50 persen.

Rahmat turut mengapresiasi langkah Pemkab Bandung, yaitu Bupati Bandung dan Diskominfo Kabupaten Bandung yang sudah menunjukkan keterbukaan informasi publik. “Untuk itu, saran saya taati KEJ,” harapnya.

Di tempat sama, Akademisi Enjang mengatakan bahwa fungsi wartawan adalah kontrol sosial. Ia menyebutkan bahwa wartawan itu berbahaya jika melakukan gibah atau membicarakan tidak sesuai fakta.

“Apalagi dengan berbicara gibah itu dengan tujuan membunuh karakter orang, untuk meramaikan suasana. Gibah sangat berbahaya, karena memberitakan tanpa fakta,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan wartawan untuk menghindari berita atau informasi fitnah. Wartawan harus memposisikan diri mengoreksi, memperbaiki dan mengontrol.

Enjang berharap untuk memahami KEJ secara mendalam, tak hanya sepintas. Wartawan harus menguasai KEJ karena akan semakin berani mengungkapkan fakta dan terhindar dari jeratan hukum.

“KEJ tak hanya sekedar dipahami sepintas, tapi secara mendalam. KEJ sangat ditekankan dalam dunia wartawan. KEJ bukan hanya sekadar hiasan atau perisai wartawan, tapi harus ada pengembangan,” pungkasnya.

@kos

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Genangan Terjadi di Beberapa Kawasan, DSDABM Surabaya Ungkap Faktor Penyebab dan Penanganannya

Rab Feb 7 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada Senin (5/2/2024) malam, menyebabkan terjadinya genangan di beberapa kawasan. Genangan tersebut terjadi karena sejumlah faktor yang berbeda di setiap wilayah. Salah satunya karena sampah hingga belum adanya pembangunan saluran dan rumah pompa. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan […]