NGOPI (NGOBROL PINTAR) | Sistem Proporsional Tertutup, Top! 

Silahkan bagikan

Oleh Deden Suwandi

BESOK, Kamis (15/6/2023), menurut rencana Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus sidang perkara gugatan Undang-Undang Pemilu terkait penolakan sistem proporsional terbuka. Putusan tersebut bakal menentukan apakah sistem pemilu tetap terbuka atau kembali tertutup seperti di era Orde Baru.

Apa terbuka dan tertutup, penulis berharap tentu ingin secara tertutup. Karena dengan sistem tertutup pengurus-pengurus partai dapat lebih diberdayakan, apalagi pengurus yang potensial. Sehingga partai menjadi lebih besar kedepannya.

Melalui sistem tertutup pengurus-pengurus dan kader-kader partai akan mendapat kesempatan yang lebih besar dan bekerja lebih serius secara militan dalam upaya membesarkan partainya.

Bukan seperti kader instan, yang belum begitu paham dengan tujuan dan garis cita-cita partainya (platform). Tentu dengan tertutup partai-partai akan tumbuh secara terkoordinir dan lebih solid.

Selain itu, sistem pemilu tertutup bakal mengurangi resiko money politic dan memperkuat, memperjelas kader-kader partai.

Serta tidak mudah menjadi kader-kader kutu loncat (oportunis) mudah pindah-pindah ke partai lainnya. Selain pengurus dan kader partai lebih seriius bekerja dan lebih loyal dan mencintai partainya. Sehingga pengkaderan dan pemahaman partai politik dan pengstruktural partai lebih baik, berkelanjutan.

Catatan akhir. Sistem proposional tertutup lebih top, kaderisasi oleh partai. Jadi tidak dikendalikan oligarki dengan money politics.***

  • Penulis, pemerhati masalah sosial politik, tinggal di Ciparay
Baca Juga :  Jabar Bahas Rencana Induk Transportasi Terpadu Metropolitan Rebana

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gus Imin Minta Pembocor Data Pribadi Harus Ditindak Tegas 

Rab Jun 14 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serius menangani 94 kasus kebocoran data pribadi sejak 2019 hingga 2023. Pria yang akrab disapa Gus Imin ini juga meminta Kemkominfo untuk lebih tegas menindak pelaku pembobol […]