Nodai Anak Tiri, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Editor :
Didampingi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya, seorang ibu melaporkan perbuatan bezat ayah tiri terhadap anaknya ke Mapolres Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6)./visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

– “Anak saya mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh bapak tirinya. Anak saya mengaku diperkosa setelah satu minggu saya menikah,” ungkap Nurlela.

VISI.NEWS – Seorang perempuan di bawah umur berinisial K (15) dengan diantar ibunya Nurlaela (40) warga Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sambil menangis mendatangi Polres Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6). Kedatangannya itu untuk melaporkan aksi bejat ayah tirinya.

Ibu korban, Nurlaela (40) mengatakan sejak seminggu lalu anaknya itu terlihat berbeda dalam perilaku kesehariannya. Anaknya sering murung dan ketika bertemu dengan suami atau ayah tirinya sering menghindar.

“Gelagat anak saya jadi berbeda. Kalau ada bapak tirinya sering menghindar dan pergi ke rumah temannya. Kalau disuruh-suruh jadi tidak pernah mau,” ucap dia.

Menurut Nurlela, gelagatnya itu mencurigakan hingga dia berinisiatif menanyai sang anak. Saat ditanya tenyata anaknya tidak mau ngomong. Hal itu membuat dirinya marah sehingga K pun kerap dimarahi saking kesal.

Walaupun begitu, menurut Nurlela, sang anak tetap tidak mau ngomong, termasuk tak pernah menceritakan kepada siapa pun alasan untuk menghindar dari bapak tirinya.

Akan tetapi, setelah didesak terus-terusan, akhirnya sang anak mau ngomong dan mengakui terus terang bahwa ayah tirinya telah perbuatan bezat terhadap dirinya.

“Anak saya mengaku bahwa telah diperlakukan tidak senonoh oleh bapak tirinya. Anak saya mengaku diperkosa setelah satu minggu saya menikah ,” ungkap Nurlela.

Dikatakannya, mendapat pengakuan itu dirinya serasa disambar geledek. Pemerkosaan itu dilakukan saat dirinya sedang tidak berada di rumah untuk bekerja. Dalam kondisi rumah sedang sepi itulah pelaku memaksa anak tirinya ‘begituan’ di dalam kamar.

“Kejadian itu tiga tahun lalu, saat anak saya berusia 12 tahun atau kelas 6 SD. Anak saya mengaku telah diperkosa dan tiga hari kemudian kembali diperkosa,” katanya lagi.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan Dukung Kebijakan Pemerintah dalam Pembayaran Pajak

Sejak kejadian itu, perilaku ayah tirinya tidak berhenti bahkan lebih berani. Saat dirinya sedang berada di rumah pun, pelaku berani menggerayangi anak tirinya sehingga anak itu kerap takut jika melihat bapak tirinya dan selalu menghindar.

Mendapat pengakuan sang anak telah diperlakukan tak wajar itu, dirinya geram dan memutuskan untuk melaporkan ke polisi. Ia merasa sakit hati karena anak menjadi korban pemerkosaan ayah tiri yang merupakan suaminya.

Tak terbayang gimana masa depan anak sudah diruksak. Untuk itu pelaku harus diberi hukuman setimpal dengan perbuatannya agar adil.

“Saya merasa sakit hati, masa depan anak saya masih panjang, tapi sudah dirusak. Pelaku harus dihukum setimpal,” ungkapnya.

Sementara itu menurut informasi pelaku sudah melarikan diri. Namun kasus ini sudah ditangani oleh unit PPA Satreskrim Polresta Tasikmalaya.@akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPAI Kab. Tasikmalaya Dampingi Anak Korban Pemerkosaan Ayah Tiri

Jum Jun 26 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto membenarkan telah mendampingi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah tirinya. Korban berusia 15 tahun warga Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendampingan itu dilakukan selama proses hukum agar tidak merasa tertekan oleh siapa pun sehingga korban berani […]