VISI.NEWS | BANDUNG – Rapat koordinasi (Rakor) digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung di Kantor PCNU Jalan Raya Laswi, Ciparay, Selasa (17/3/2026), dengan suasana penuh semangat dan optimisme. Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Agus Ahmad Qustulany, menyatakan kegembiraannya atas kehadiran lengkap seluruh unsur organisasi dalam forum strategis tersebut.
Rakor ini dihadiri jajaran penting, termasuk Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung KH Haidar Mustafa Kamal, serta sejumlah kiai dan tokoh NU seperti KH Asep Cikancung, KH Fauzi Imron, KH Umar Faruq, hingga perwakilan dari Al Huseini, Wahdatul Tauhid Nengkelan, dan Gus Ali.
Selain itu, turut hadir unsur Tandiziah, Sekretaris dan Bendahara PCNU Kabupaten Bandung, serta perwakilan dari 31 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Bandung. Kehadiran para pimpinan badan otonom (Banom), lembaga, hingga Lazisnu semakin memperkuat soliditas organisasi.
Dalam arahannya, KH Agus menegaskan bahwa struktur organisasi NU di Kabupaten Bandung dari tingkat cabang hingga MWC dan ranting pada dasarnya telah terbentuk. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa yang belum dilantik secara resmi.
“Insya Allah setelah Idulfitri akan segera dilakukan pelantikan, terutama untuk wilayah Cimenyan dan Cilengkrang,” tegas KH Agus di hadapan peserta rakor.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembentukan anak ranting sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi. Menurutnya, pembentukan anak ranting merupakan sebuah keniscayaan dalam upaya memperluas khidmat NU di tengah masyarakat.
“Kita sudah paham, apapun bentuknya adalah khidmat. Baik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi, semuanya merupakan bagian dari pengabdian,” ujarnya menekankan.
Tak hanya fokus pada konsolidasi organisasi, PCNU Kabupaten Bandung juga mulai menggarap sektor ekonomi secara serius. KH Agus mengungkapkan bahwa NU harus sigap dalam menangkap peluang, termasuk dalam sektor peternakan yang dinilai strategis.
Ia menjelaskan, menjelang Ramadan pihaknya telah menggulirkan program ekonomi berupa pengembangan ternak ayam petelur. Program ini dinilai penting mengingat Kabupaten Bandung masih mengalami defisit produksi telur.
“Diawali koordinasi antara PCNU dan Pemkab Bandung, terbuka peluang besar untuk mengembangkan usaha ternak ayam petelur di daerah kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, setelah Idulfitri mendatang, PCNU Kabupaten Bandung juga berencana menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para kader dan masyarakat yang akan terlibat dalam usaha tersebut. Selama ini, kebutuhan telur di daerah masih dipasok dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dengan adanya program ini, diharapkan ke depan Kabupaten Bandung mampu mandiri dalam produksi telur, bahkan menjadi pemasok bagi wilayah lain. Model pengembangan ini juga direncanakan akan direplikasi PCNU di seluruh Jawa Barat.
Di akhir arahannya, KH Agus mengingatkan bahwa NU ke depan akan dihadapkan pada tiga agenda besar yang membutuhkan kesiapan maksimal seluruh jajaran, yakni Muktamar pada Juli–Agustus, Konferensi Wilayah (Konferwil) pada Oktober, serta Konferensi Cabang (Konfercab) Kabupaten Bandung.
“Semua agenda ini membutuhkan kekompakan, kesiapan organisasi, dan kekuatan jamaah. Maka rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah,” pungkasnya.
@bambang melga