OJK Keluarkan Aturan Baru Kripto hingga Potensi Bitcoin Raih Rp 1,2 M

Editor Ilustrasi Bitcoin. /foto: pixabay
Silahkan bagikan

HIGHLIGHTS:

  • Terbitnya Aturan Baru OJK Mengenai Aset Kripto: Angin Segar bagi Pelaku Industri.
  • Harga Bitcoin (BTC) Mendekati Rekor Tertinggi Rp 1,2 Miliar.

VISI.NEWS | BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya menerbitkan Peraturan OJK Nomor 3 Tahun 2024 (POJK 3/2024) tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) guna memperkuat ekosistem keuangan yang memanfaatkan inovasi teknologi, termasuk teknologi finansial (fintech) dan aset keuangan digital seperti kripto. Langkah ini pun mendapat sambutan baik dari para pelaku industri kripto di Indonesia.

Kemudian dari sisi pergerakan harga Bitcoin pekan ini yang cukup menggembirakan. Harga Bitcoin berpotensi meraih pencapaian level tertinggi baru di kisaran US$80.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar.

Bagaimana prediksinya?

Berkaitan dengan kabar tersebut, Tokocrypto menyajikan rangkuman berita di industri aset kripto dan ekosistemnya.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai topik-topik tersebut, berikut News Flash lengkapnya.

1. Terbitnya Aturan Baru OJK Mengenai Aset Kripto: Angin Segar bagi Pelaku Industri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 3/2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), yang
mencakup pengawasan terhadap sektor fintech dan aset kripto.

Aturan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). POJK 3/2024 diharapkan dapat
membentuk ekosistem fintech yang terintegrasi dengan pendekatan berbasis aktivitas untuk mendukung inovasi, sambil memastikan perlindungan konsumen dan mitigasi risiko yang
efektif. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menyambut baik aturan POJK 3/2024.

Ia mengatakan bahwa regulasi ini merupakan langkah proaktif OJK dalam mempersiapkan program
pengawasan kripto pada Januari 2025, saat proses masa transisi dari Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah sepenuhnya selesai.

OJK diketahui saat ini
tengah bekerja sama dengan badan/lembaga pemerintah lainnya, seperti Bappebti dan Bank Indonesia, membentuk tim transisi untuk mengelola peralihan pengawasan aset keuangan digital.

Baca Juga :  BEM SI Berencana Galang 1.000 Massa Aksi Unjuk Rasa Besok

“Meskipun aturan ini belum begitu merinci secara detail mengenai aset kripto, tetapi ini
menunjukkan langkah positif OJK dalam menciptakan landasan untuk mengelola kemajuan kripto di bidang keuangan. Hal ini menandakan komitmen OJK dalam mendorong inovasi dan
perkembangan teknologi keuangan di Indonesia,” kata Yudho, Kamis (14/3/2024).

Yudho berharap penerbitan POJK 3/2024 dapat memberikan kepastian hukum bagi pelaku
industri aset kripto dan memberikan perlindungan bagi konsumen. Diharapkan pula regulasi ini dapat mendorong pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia secara bertanggung jawab dan
berkelanjutan.

Manfaat Regulatory Sandbox
Salah satu aspek penting dari POJK ini adalah penyempurnaan mekanisme Regulatory Sandbox, yang merupakan fasilitas untuk menguji dan mengembangkan teknologi keuangan
yang inovatif.

Penyempurnaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa inovasi dan pengembangan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab, dengan manajemen risiko yang
baik, dan mengutamakan integritas pasar serta perlindungan konsumen.

“Regulatory Sandbox menawarkan berbagai manfaat bagi industri aset kripto di Indonesia. Memberikan ruang bagi para pelaku industri untuk mengembangkan produk dan layanan baru di bidang aset kripto dengan aman dan terukur. Serta, memfasilitasi eksperimen dan pengujian
teknologi baru dalam industri aset kripto,” jelas Yudho yang juga Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo).

Lebih lanjut Yudho menjelaskan Regulatory Sandbox OJK memungkinkan uji coba perdagangan aset kripto dengan underlying aset lain, seperti emas dan komoditas lainnya di
Indonesia. Selain itu, pengembangan platform perdagangan aset kripto yang terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional adalah salah contoh bagaimana Regulatory Sandbox OJK
dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.

“Investor dapat membeli dan menjual aset kripto dengan mudah melalui platform yang sama dengan yang mereka gunakan untuk bertransaksi dengan aset tradisional. Integrasi dengan sistem keuangan tradisional dapat meningkatkan keamanan transaksi aset kripto dan
mengurangi risiko penipuan. Uji coba ini juga dapat membuka peluang untuk pengembangan produk investasi baru yang menggabungkan aset kripto dengan aset tradisional,” pungkas Yudho.

Baca Juga :  Juventus Hajar Roma, Barcelona Comeback

Di masa depan, Regulatory Sandbox OJK diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terciptanya ekosistem aset kripto yang kondusif dan bermanfaat bagi seluruh pihak, baik investor, pelaku
industri, maupun regulator.

2. Harga Bitcoin (BTC) Mendekati Rekor Tertinggi Rp 1,2 Miliar

Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor harga tertinggi baru pada hari Rabu (13/3), dengan mencapai nilai US$73.650 atau sekitar Rp 1,14 miliar. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah permintaan yang kuat terhadap ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Data menunjukkan aliran
dana masuk ke ETF Bitcoin mencapai lebih dari US$1 miliar pada tanggal 13 Maret 2024.

Dengan waktu sebulan tersisa sebelum peristiwa halving Bitcoin, banyak investor
bertanya-tanya apakah BTC akan mencapai nilai US$80.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar sebelum akhir Maret 2024?

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan saat ini harga Bitcoin diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran US$71.000-US$72.000, sedikit di bawah rekor tertinggi. Ini mencerminkan kenaikan nilai BTC sebesar 45,2% dalam 30 hari terakhir.

Aktivitas perdagangan di pasar kripto menunjukkan peningkatan, tercermin dari volume perdagangan yang meningkat 81,67% menjadi US$56,06 miliar.

Kapitalisasi pasar juga naik
menjadi US$1,42 triliun, mendominasi pasar sebesar 52,37%, menurut data CoinMarketCap.

“Lonjakan nilai Bitcoin baru-baru ini, didukung oleh Bursa Efek London yang akan menerima Exchange Traded Notes (ETN) untuk Bitcoin dan Ethereum, menandai langkah besar dalam penerimaan aset kripto oleh investor konvensional dan institusi finansial. Minat institusional
terhadap pasar kripto juga meningkat,” kata Fyqieh.

Fyqieh mengatakan keterlibatan investor institusi dalam Bitcoin semakin meningkat, dan produk
BTC juga diprediksi akan mengalami aliran dana tambahan dalam jangka pendek. Lonjakan
investasi institusional ini mencerminkan optimisme terhadap masa depan Bitcoin, terutama dengan pendekatan peristiwa halving yang menurut tren historisnya dapat menandai kenaikan
harga.

Baca Juga :  Manfaatkan Kunjungan Dapil, Ali Rasyid Kunjungi Pesantren

“Jika investasi ETF terus meningkat pada minggu depan, harga Bitcoin berpotensi mencapai US$80.000 (sekitar Rp 1,2 miliar). Pada akhir bulan, angka US$80.000 bukanlah sesuatu yang mustahil bagi BTC. Investor yang terjebak dalam Fear of missing out (FOMO) kemungkinan
akan segera berdatangan, karena ETF telah memperluas pasar untuk menjangkau lebih banyak investor individu,” ungkapnya.

Namun, jika Bitcoin mencapai US$80.000, hal tersebut dapat menimbulkan hambatan bagi
kenaikan harga yang berkelanjutan. Menembus level resistensi ini mungkin akan menandai peningkatan momentum bullish.

Investor Bitcoin Selalu Berhati-hati

Fyqieh menegaskan bahwa investor harus lebih berhati-hati mengamati pergerakan harga Bitcoin yang semakin dinamis. Melakukan riset mendalam sebelum terjun dan melakukan akumulasi Bitcoin atau aset kripto lainnya sangatlah penting.

“Pergerakan pasar kripto dan Bitcoin tidak pernah bersifat linear. Setiap pasar kripto yang
bullish pasti akan mengalami koreksi. Sentimen pasar dapat berubah dengan cepat saat
kemungkinan adanya penurunan mulai muncul. Tekanan bisa datang dari kondisi makroekonomi yang belum begitu baik, seperti data inflasi AS terbaru yang naik,” jelas Fyqieh.

Data dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa saat ini 100% pemegang Bitcoin telah memperoleh keuntungan. Namun, hal ini juga dapat memicu aksi jual jika Bitcoin turun di bawah level
support penting dalam jangka pendek. Mungkin bagi Bitcoin untuk mencapai US$80.000 sebelum peristiwa halving berikutnya dalam
30 hari, tetapi hal ini bergantung pada mempertahankan momentum bullish dan melewati level resistensi yang penting. Investor dan trader perlu memperhatikan pergerakan harga serta sentimen pasar untuk menilai kemungkinan tercapainya target tersebut.

@uli

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jalan Suko-Masangan Wetan Dibeton, Warga Senang Keluhannya Direspon Bupati Sidoarjo

Kam Mar 14 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SIDOARJO – Rabu, (13/3/2024). Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali terus kebut proyek betonisasi ruas jalan yang menghubungkan antar desa maupun kecamatan. Dari 20 ruas jalan yang ditargetkan rampung dikerjakan tahun 2024 ini, salah satunya adalah jalan Desa Suko-Masangan Wetan. Betonisasi di ruas jalan Desa Suko – Masangan […]