OVO Perluas Layanan Pembayaran PBB bagi Warga Bandung

Editor Operasi Terpadu (Opdu) yang diselenggarakan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung. /visi.news/ist
Silahkan bagikan
  • Hadirnya layanan pembayaran PBB secara digital merupakan bentuk dukungan OVO terhadap Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Bandung

VISI.NEWS | BANDUNG – OVO, platform pembayaran digital, rewards dan layanan keuangan terdepan di Indonesia terus meningkatkan layanan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, sebagai wujud komitmen OVO dalam mendukung upaya pemerintah pada program Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah sekaligus akselerasi transformasi digital di Indonesia, OVO menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui aplikasinya, kali ini khususnya bagi warga Bandung.

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO mengatakan, “Hadirnya pembayaran PBB secara online di aplikasi OVO merupakan langkah awal dukungan OVO terhadap upaya Bank Indonesia dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) dan program Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah, guna meningkatkan pendapatan daerah. Kini para wajib pajak kota Bandung dapat melakukan pembayaran secara daring melalui aplikasi OVO dengan cepat, mudah, aman, dan nyaman, dan tanpa antre, apalagi masih dalam kondisi pandemi.Saat ini OVO sudah bekerja sama dengan 105 kabupaten dan kota di Indonesia, dan harapan kami jumlahnya akan terus bertambah.”

“OVO terus berinovasi dalam mendukung terbentuknya cashless society di Indonesia, terlebih di tengah pergeseran pola interaksi di masyarakat yang cenderung mengurangi kontak, termasuk dalam bertransaksi. Dengan hadirnya layanan pembayaran PBB di aplikasi OVO, kini masyarakat, khususnya wajib pajak dapat menyelesaikan kewajiban membayar PBB dengan sangat mudah dan cepat,” lanjutnya.

Selain itu, salah satu bentuk nyata OVO dalam meningkatkan target raihan pajak Kota Bandung pada 2021 ini adalah dengan berpartisipasi dalam Operasi Terpadu (Opdu) yang diselenggarakan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung. OVO mendampingi bus operasional keliling yang dilengkapi kasir dan opsi pembayaran digital OVO di berbagai kecamatan di kota Bandung yang dilaksanakan mulai sejak tanggal 13 hingga 30 September 2021. OVO menjadi satu-satunya agen pembayaran digital yang mendampingi Opdu Bandung 2021 dengan menempatkan petugas yang memberikan informasi terkait tata cara pembayaran PBB menggunakan OVO.

Baca Juga :  Polres Cimahi Berhasil Mengungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu

Sebagai aset strategis nasional, OVO terus menegaskan dukungan bagi program-program strategis pemerintah, khususnya di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. OVO siap bersinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di tingkat pusat dan daerah untuk mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Sejak awal pandemi, OVO turut mendukung program Kartu Prakerja yang telah menjangkau lebih dari 10 juta penerima manfaat selama 2020-2021. Selain itu melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, OVO pun ikut berkontribusi dengan mengajak jutaan pelaku UMKM, masuk ke dalam ekosistem digital nasional melalui pemanfaatan QRIS.

Cara pembayaran PBB lewat OVO adalah den whatgan pertama-tama membuka aplikasi OVO, lalu pilih menu ‘Lainnya’ dan pilih ‘Pajak PBB.’ Selanjutnya, pengguna dapat memilih daerah mereka, memasukkan Nomor Objek Pajak dan tahun pembayaran. Setelahnya, akan muncul Informasi Pelanggan yang berisikan objek pajak beserta nama wajib pajak serta jumlah pembayaran yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. Untuk metode pembayaran PBB, pengguna bisa menggunakan OVO Cash atau menggunakan OVO Points untuk sebagian pembayaran. Fitur terbaru pada aplikasi OVO ini juga secara bersamaan mendorong masyarakat untuk tepat waktu dalam melaksanakan kewajiban pembayaran pajak mereka sebagai warga negara Indonesia.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Soal Saham Freeport, Haris Azhar: Jangan Asal Bicara, Mana Buktinya!

Jum Okt 1 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar membantah tudingan kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang yang menyebut dirinya pernah meminta saham PT Freeport. “Emangnya saya siapa minta saham Freeport? Kalau ada dokumentasi, bukti, saya minta saham tersebut atau yang dimaksud, mohon disampaikan. Jangan asal bicara,” kata Haris […]