VISI.NEWS – Kepala Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci Kerajaan Arab Saudi Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, , mengumumkan pada Minggu (29/3/2021), bahwa pembagian makanan buka puasa (buka puasa) sofras dan i’tikaaf (praktik Islam tinggal di masjid) untuk Ramadan tahun ini ditangguhkan. Sedangkan ibadah lainnya di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah tetap berlanjut selama bulan suci..
Dia mengatakan bahwa kepresidenan sedang mempersiapkan pelarangan peyediaan makanan buka puasa bagi mereka yang mengunjungi Masjidil Haram dan itu bekerja sama dengan komite terkait di emirat Makkah sambil membagikan sahur (makan subuh) di antara pengunjung, jamaah, dan lainnya di Arab Saudi. Pelarangan juga berlaku halaman dan bangunan-bangunan di area Masjid Nabawi.
Syekh Al-Sudais, seperti dilansir dari saudigazette.com.sa, Senin (29/3/2021) mengatakan hal ini pada pertemuan media tahunan yang diadakan dari jarak jauh untuk meluncurkan rencana operasional presiden untuk musim Ramadan tahun ini. Fokus utama dari rencana Ramadan adalah mengatasi pandemi dengan mematuhi tindakan pencegahan, “Yang pertama adalah mengambil vaksin, menjaga jarak fisik dan mengenakan masker untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah, dan jamaah,” katanya. .
Sheikh Al-Sudais mengumumkan kesiapan penuh kepresidenan untuk menerima jamaah dan jamaah. “Mataf (area untuk mengelilingi Ka’bah) akan diperuntukkan hanya untuk jamaah umrah dan akan ada lima area yang ditentukan di dalam Masjidil Haram dan halaman timurnya untuk melakukan salat,” katanya.
“Penerjemah yang bekerja di Masjidil Haram akan memberikan layanan bimbingan dan menerjemahkan pertanyaan kepada ulama yang akan mengeluarkan fatwa dalam 23 bahasa,” katanya. “Juga akan ada penerjemah bahasa isyarat untuk khotbah Jumat,” imbuh Sudais.
Syekh Al-Sudais mengatakan, akan ada mushola dan toilet khusus untuk orang berkebutuhan khusus di depan Jembatan Ajyad dan Gerbang Raja Fahd di halaman timur Masjidil Haram.@mpa