VISI.NEWS | PALESTINA – Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan putranya, Yair Netanyahu, yang menghina Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kecaman ini muncul menyusul rencana Prancis untuk mengakui secara resmi Negara Palestina dalam konferensi PBB mendatang di New York, Juni 2025.
Dalam pernyataan resminya, Kemenlu Palestina menyebut komentar dari Netanyahu sebagai serangan ofensif yang tidak berdasar, dan mencerminkan penolakan nyata Israel terhadap solusi dua negara yang selama ini didukung komunitas internasional.
Sebelumnya, Macron dalam wawancara menyebut bahwa pengakuan terhadap Palestina akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, dengan harapan bisa memicu dukungan timbal balik dari negara-negara Arab terhadap keberadaan Israel.
Namun, pernyataan itu memicu reaksi keras dari kelompok kanan Prancis serta Netanyahu dan putranya. Yair bahkan menggunakan kata-kata kasar di media sosial X.
“Persetan denganmu!” demikian tulisan Yair di media sosial X ke Macron.
Benjamin Netanyahu sendiri menuding Prancis tidak punya hak moral berbicara soal kemerdekaan Palestina, karena menurutnya, negara itu masih menolak memberi kedaulatan pada wilayah jajahan seperti Kaledonia Baru dan Guyana Prancis.
Pihak Palestina menilai komentar Netanyahu hanya menunjukkan sikap inkonsisten dan penolakan terus-menerus terhadap solusi damai yang adil. @ffr