Paling Rentan Tertular Covid-19, Wartawan Tasikmalaya Rutin Lakukan Rapid Test dan Tetap Patuhi Prokes

Editor :
Ketua PWI Tasikmalaya, Firman Suryaman (baju merah)./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Para jurnalis yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tasikmalaya dan aktif melakukan peliputan dipastikan rutin melakukan rapid test antigen secara berkala. Selain itu, mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Hal tersebut seiring dengan terus bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 setiap hari di wilayah Kota Tasikmalaya sehingga membuat para jurnalis peliput pandemi corona sangat rentan tertular virus mematikan tersebut.

“Kami sangat rentan tertular Covid-19. Makanya kami setiap hari dalam bertugas selalu mematuhi protokol kesehatan. Kami khawatir, tapi kami pun di sisi lain bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi pandemi secara aktual untuk kepentingan masyarakat,” jelas Ketua PWI Tasikmalaya, Firman Suryaman, di Sekretariat PWI Tasikmalaya, Jumat (2/10).

Firman pun menyarankan dan menekankan kepada para jurnalis agar proses peliputan diatur, tidak semuanya harus tatap muka, namun bisa dilakukan via telefon. Artinya, dalam melaksanakan tugasnya harus penuh kewaspadaan.

Di saat proses peliputan terkadang harus ke lapangan untuk mengambil foto ataupun video, sebaiknya dilaksanakan dengan jaga jarak aman dan tak berkerumun.

“Saya selalu ingatkan agar saat ke lapangan untuk peliputan, khususnya televisi, sebaiknya mengambil gambar dengan jarak yang aman, supaya tidak terpapar,” tutur Firman yang merupakan wartawan Tribun Jabar.

Dikatakan dia, selama ini telah dilaksanakan beberapa kali tes cepat Covid-19 untuk memastikan kondisi anggotanya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Langkah itu, sebagai kewaspadaan dan antisipasi para jurnalis di Tasikmalaya tak tertular corona selama dirinya bertugas di lapangan.

“Kemarin juga terbaru ada acara yang sedang test swab, kita pun ikut dites untuk memastikan kondisi teman-teman wartawan PWI Tasikmalaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Bidang Organisasi PWI Tasikmalaya, Asep Juhariyono, mengaku bahwa dirinya sebagai wartawan televisi terpaksa harus ke lokasi kejadian untuk mengambil video. Menurutnya, jaga jarak aman merupakan poin paling penting supaya tak tertular Covid-19 selama menjalankan tugas.

“Selalu pakai masker sudah tentu kita lakukan setiap hari. Poin paling penting kalau terpaksa harus datang ke lokasi Covid-19 yakni jaga jarak aman. Mengambil gambar kan bisa di zoom, jadi aman. Dan jangan berlama-lama di lokasi itu segera kembali ke lokasi aman,” kata Asep yang merupakan wartawan televisi MNC Group.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya hingga Jumat (2/10/2020), terdapat 130 orang masih dalam perawatan, serta 9 orang meninggal dunia. Paling besar jumlah pasien positif berasal dari klaster pesantren yang selama ini masih proses tracing dan test swab. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kampanye Tatap Muka Masih Jadi Andalan Pasangan Calon di Kabupaten Tasikmalaya

Jum Okt 2 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Metode kampanye tatap muka masih menjadi andalan empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya. Hal tersebut dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, kepada VISI.NEWS via telefon, Jumat (2/10). Menurut Dodi, sesuai pantauannya keempat pasangan calon pada Pilkada Tasikmalaya masih mengandalkan sosialisasi tatap muka menghadiri undangan […]