Pameran ‘Bulan Terbit’ di Grey Art Gallery: Sebuah Perayaan Seni Islami di Bulan Ramadan

Editor Salah satu karya lukis penulis yang dipamerkan pada pameran seni rupa bertajuk 'Bulan Terbit' di Grey Art Galery, Braga, Kota Bandung. /visi.news/bambang melga suprayogi
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Pada hari Jum’at, 15 Maret 2024, yang juga dikenal sebagai “sayyidul ayyam” atau rajanya hari, Grey Art Gallery di Jalan Braga, Bandung, menjadi tuan rumah bagi pembukaan pameran seni rupa bertajuk ‘Bulan Terbit’. Acara ini menandai salah satu perhelatan seni Islami yang paling dinanti selama bulan Ramadan 1445 Hijriah.

Pameran ini menampilkan 85 karya seni terkurasi dari total 100 karya yang diajukan, dengan partisipasi sekitar 75 seniman dan seniwati dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Kurator pameran, Wildan Febry Akbar, yang dikenal dengan keahliannya dalam seni-seni Islam, telah memilih karya-karya yang tidak hanya estetis tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual.

Kolaborasi antara panitia pameran dengan Bormove (Boarding Movement) dan dukungan dari Holy Zpace menambah semarak acara. Muhammad Ari Nugaraha, Manajer Operasional Galeri, menyampaikan pesan dari pemilik Grey Art Gallery bahwa pameran ini bertujuan untuk lebih dari sekadar apresiasi seni; ia juga dimaksudkan untuk membuka ruang diskusi yang lebih luas dan mengedukasi tentang toleransi beragama.

Grey Art Gallery, yang berada di pusat kreatif kota Bandung, berkomitmen untuk memberikan pengalaman artistik yang unik dan inspiratif. Melalui berbagai program pameran, workshop, residensi, dan diskusi, galeri ini berkontribusi dalam memberikan nilai edukatif seni kepada masyarakat.

Pameran ‘Bulan Terbit’ mengingatkan kita pada tonggak-tonggak penting dalam sejarah seni rupa Islam di Indonesia, seperti karya-karya inovatif dari Ahmad Sadali dan AD Pirous di tahun 1970-an, serta festival seni rupa Islam terbesar di dekade 1990-an yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal Jakarta.

Pembukaan pameran ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ustad M. Nurkholiq Almansury, Dadan Madani, dan Ustad Usman Agustin yang mewakili KH. Zen Anwar Syaiful Basyari. Penampilan live art dari Panji Sakti dan seniman teater Evie Satijadi dan Angga Wedhaswara menambah kemeriahan acara.

Baca Juga :  Jadwal Uji Coba Timnas U-19 Indonesia di Kroasia Bulan Oktober

Beberapa seniman yang berpartisipasi pada pameran ini.

Mereka semua berkontribusi dalam memperkaya pameran dengan berbagai karya seni yang menggambarkan keindahan dan kedalaman seni rupa Islami.

Untuk mengunjungi Grey Art Gallery di Bandung, Anda bisa langsung datang ke alamat Grey Art Gallery terletak di Jalan Braga No.47, Braga, Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Jam Operasional Galeri ini buka setiap hari dari pukul 10:00 – 20:00 WIB. Harga Tiket masuk berkisar antara Rp20.000 pada hari kerja (weekday) dan Rp35.000 pada akhir pekan (weekend).

 Jika Anda berada di pusat kota Bandung, galeri ini mudah dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum karena lokasinya yang strategis di area Jalan Braga.

Selamat menikmati kunjungan Anda ke Grey Art Gallery dan mengeksplorasi karya-karya seni yang dipamerkan!

@bambang melga suprayogi

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RAMADANAN | Pondok Pesantren Al Basyariah Kota Bandung, Cetak Ribuan Santri Unggul

Sab Mar 16 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Pondok Pesantren Al Basyariah, yang terletak di. Jalan Mahmud Cigondewah Hilir, Rahayu, Kec. Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan pendekatan modern. Didirikan pada tahun 1982 oleh Drs. KH. Saeful Azhar, pesantren ini telah berkembang […]