Search
Close this search box.

Pangalengan Gencarkan Program Strategis Tangani Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Pemerintah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Pemerintah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, tengah melakukan berbagai langkah strategis dan edukasi guna menanggulangi kemiskinan ekstrem serta mencegah stunting yang menjadi masalah utama di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dengan berbagai program bantuan dan inovasi sosial.

Menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem dan stunting itu, berawal dari kepemilikan data yang akurat untuk dilakukan pemetaan dan langkah-langkah efektif yang akan dilakukan kedepan. Hal ini pula sebagaimana arahan dari Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagaimana menyikapi kemiskinan ekstrem dan stunting.

Plt. Camat Pangalengan, Vena Andriawan, menyatakan bahwa salah satu faktor utama kemiskinan ekstrem di wilayahnya adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.

“Sebut saja di Kecamatan Pangalengan itu, baru ada satu SMAN dan SMKN, sehingga berakibat pada lulusan SLTA masih rendah. Hal itu menjadi salah satu penyebab atau faktor terjadinya kemiskinan ekstrem karena masih lemahnya sumber daya manusia,” kata Vena saat dihubungi, Minggu (22/6/2025) sore.

Karena masih minimnya SMAN dan SMKN di Kecamatan Pangalengan, kata Vena, pemerintah terkait melakukan berbagai langkah strategis, yaitu membuka SMA maupun SMK terbuka gratis untuk masyarakat yang belum memiliki ijasah SLTA.

“Sekolahnya dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 11.00 sampai sore. Dengan kuota 500 orang / SMA terbuka. Hal ini bukan solusi untuk selamanya yang diadakan oleh pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki kewenangan untuk mendirikan SMAN maupun SMKN bagaimana menambah sekolah baru di Kecamatan Pangalengan untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat,” tuturnya.

Sebenarnya, kata Vena, lahan untuk mendirikan SMAN/SMKN sudah ready atau tersedia, yaitu seluas 1 hektare di Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan yang merupakan milik carik desa. Dengan adanya penambahan sekolah baru (SMAN/SMKN) itu akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Jurnalis Indonesia Ditahan Israel, Andina Narang Minta Pemerintah Bergerak Cepat Bebaskan WNI 

“Setelah mereka memiliki ijasah SLTA, bagaimana kita menjalin pentahelix dengan akademi, perguruan tinggi maupun universitas, supaya lulusan SLTA bisa melanjutkan pendidikan atau kuliah melalui program beasiswa. Di Kabupaten Bandung juga sudah ada program Besti (Beasiswa Ti Bupati), untuk membantu warga miskin yang ingin melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal, maka akan mendorong para lulusannya untuk lebih mudah mendapatkan lapangan kerja guna meningkatkan taraf kehidupan ekonomi.

“Jika hal itu bisa terwujud maka secara bertahap akan mengurangi kemiskinan ekstrem. Inilah pentingnya kita memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya penanganan maupun pencegahan kemiskinan ekstrem melalui sebuah terobosan program,” katanya.

Tak hanya itu saja yang dilakukan pemerintah setempat untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. Salah satunya bagaimana menangani stunting, yang beririsan dengan persoalan kemiskinan ekstrem.

“Sementara ini pemerintah melakukan pemberian bantuan langsung tunai, bantuan sosial atau sembako, yang bisa langsung habis ketika dipakai atau dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat bantuan tersebut,” katanya.

Untuk itu, Vena menyebutkan bagaimana pihaknya melakukan pemetaan masyarakat yang selama ini menerima bantuan sosial melalui anggaran dana desa maupun bantuan dari provinsi dan kabupaten. Untuk mengetahui program itu, katanya, bagaimana kita memiliki dashboard sebagai sumber informasi dalam penyaluran bantuan sosial tersebut.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada bantuan dari PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) sebesar Rp 500 juta untuk 200 kepala keluarga di Kecamatan Pangalengan dalam pemberian bantuan makanan tambahan selama enam bulan. Bantuan itu untuk ibu hamil dan bayi serta ibu menyusui dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting. Ada juga bantuan dari PT. Star Energy untuk 15 ibu hamil KEK serta bantuan septic tank komunal di 8 desa, juga sama dalam upaya pencegahan stunting, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat selaku penerima manfaat bantuan sosial tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Simak Rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Bandung

Lebih lanjut Vena mengungkapkan salah satu langkah strategis dalam penanganan miskin ekstrem, di antaranya bisa melalui program makan bergizi gratis (MBG) yang digulirkan melalui kebijakan pemerintah pusat.

“Nantinya yang bekerja di dapur MBG itu bisa dari kalangan masyarakat miskin sebagai sumber pendapatan ekonomi sehari-hari. Belum lagi masyarakat bisa mendapatkan kesempatan menciptakan lapangan kerja, selain itu juga melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Jika program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih terbentuk adalah bisa menjadi peluang usaha untuk terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat miskin,” ungkapnya.

Plt. Camat Pangalengan juga mengungkapkan bahwa dari berbagai unsur lainnya yang ingin membantu masyarakat terkait persoalan kemiskinan dan stunting, bisa disalurkan melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat) melalui gerakan infak dan shodaqoh . Termasuk dari unsur media bisa berpartisipasi aktif dan berkolaborasi dalam membantu masyarakat.

“Dengan harapan sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi sesamanya. Jika hal itu memberikan manfaat, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi penerima manfaat tersebut. Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” harapnya. @kos

Baca Berita Menarik Lainnya :