Pangandaran Kini Memiliki Ruang Isolasi Covid -19

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meresmikan penggunaan ruang isolasi khusus RSUD Pandega Pangandaran, Jumat (22/5./visi.news/amir.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kabupaten Pangandaran akhirnya memiliki ruang isolasi untuk menangani pasien Covid-19 dan penyakit menular lainnya.
Fasilitas ruang perawatan khusus/covid dan peralatan yg disediakan, terdiri dari 4 kamar, 9 tempat tidur dengan 2 ventilator.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meresmikan penggunaan ruang isolasi khusus RSUD Pandega Pangandaran, Jumat (22/5).

Jeje mengatakan ini adalah upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan fasilitas kesehatan yang lengkap kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran, di tengah APBD yang minim karena keterbatasan anggaran.

“Hari ini alhamdulillah kita punya ruang isolasi khusus untuk penyakit tertentu, baik yang terpapar Covid-19, TBC, HIV, hepatitis, maupun yang lainnya. Nanti bisa dirawat di sini yang terpisah dari gedung utama RSUD Pandega,” ungkap Jeje.

Jeje pun menuturkan bahwa gedung ini semula gedung farmasi dan tempat menyimpan obat-obatan.

“Waktu itu, saya tidak bisa tidur memikirkan tempar isolasi khusus untuk penanganan penyakit-penyakit tertentu. Akhirnya saya memutuskan gedung farmasi direnovasi untuk ruang isolasi, dan saya ngalah. Rumah dinas saya digunakan untuk gudang obat. Alhamdulillah sekarang sudah dapat digunakan,” tuturnya.

Jeje pun menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan tenaga medis RSUD Pandega yang telah melayani masalah kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah, kepuasan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sudah bagus. Kalau ada kekurangan di sana-sini masih tahap wajar karena baru buka dua bulan ini. Namun menjadi komitmen bersama untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan pelayanannya,” ujar Jeje. @air

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Covid-19 Batasi Ruang Gerak Masyarakat Miskin

Jum Mei 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS — Wabah Virus Corona (Covid-19) yang melanda Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung, telah menimbulkan kerawanan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Apa lagi dengan adanya penerapan jarak sosial/pisik, secara tak langsung telah membatasi ruang gerak masyarakat. Menurut Ketua Majelis Dzikir Nurizzati, H. Dadang Risdal Aziz, kindisi ini telah […]