Para Kyai Muda Ajak Masyarakat Perangi Paham Radikalisme 

Editor :
KH. Ibnu Athoillah Yusuf Al-Hafidz didampingi para Kyai Muda saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam acara Mudzakarah Kyai Muda Se-Kabupaten Bandung, Kamis (24/12/2020) malam./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sebanyak 15 Pimpinan Pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Bandung, yang dipelopori oleh kegiatan Muzakarah Kyai Muda Se-Kabupaten Bandung, mengajak masyarakat untuk memerangi paham radikalisme.

Koordinator Forum Kyai Muda Kabupaten Bandung, KH. Ibnu Athoilah Yusuf Al-Hafidz, mengingatkan, paham tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tapi juga kita semua.

“Dukungan dan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi bertumbuhnya radikalisme dan terorisme, sejak dini harus dilakukan,” tegas Ceng Aat, sapaan akrabnya, kepada wartawan usai acara di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020) malam.

Ceng Aat memaparkan, kegiatan ini dirangkai dengan deklarasi bersama para Kyai Muda yang diwakili oleh 15 Ulama. Setelah agenda tersebut, kata Ceng Aat, kemudian dilanjutkan dengan Dzikir Manaqib Jawahirul Ma’ani dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

“Acara ini dihadiri oleh para Ustadz, tokoh masyarakat serta alumni Santri sejumlah 120 orang dengan mematuhi Protokol Kesehatan,” paparnya.

Lanjut Ceng Aat, acara ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah dan himbauan kepada umat Islam di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung.

Lebih jauh Ceng Aat menjelaskan, gelaran ini dilaksanakan dalam rangka rasa prihatin sebagai umat Islam, khususnya terkait maraknya paham radikalisme, tindakan terorisme, dan separatisme.

“Kita harus melakukan segala upaya dalam mencegah atau menangkap tumbuh berkembangnya paham radikalisme dan intoleran,” jelasnya.

Menurut Ceng Aat, yang juga merupakan Pimpinan Pesantren Baitul Arqom Al-Islami Kabupaten Bandung, menyatakan bahwa Kyai, Santri, dan Pengurus Pesantren berkomitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI dari paham radikalisme, intoleransi, dan separatisme dengan berbagai upaya, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan Mudzakarah ini.

Baca Juga :  Ketua Bapilu Golkar Kab. Bandung: Kita Kedepankan Azas Keadilan

Pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama bersatu-padu memerangi gerakan radikalisme, intoleransi, terorisme, dan separatisme di tanah air, baik itu di dunia nyata maupun dunia maya (media sosial).

Gerakan radikalisme tersebut, kata dia, jangan diberi ruang sedikitpun. Dengan begitu, kelompok yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila dapat diberantas sampai tuntas dari negara yang kita cintai ini.

“Harapan kita, semoga bangsa Indonesia tetap dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan segera keluar dari ujian dan cobaan yang sedang dihadapi,” ucapnya.

Pihaknya bersama Forum Kyai Muda Se-Kabupaten Bandung menyerukan perang melawan radikalisme, intoleransi, terorisme, dan separatisme. “Ajakan perang ini merupakan langkah demi menyelamatkan Indonesia dari rongrongan kelompok dan ormas radikal intoleran,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KHOTBAH JUMAT: Keutamaan Akhlak dan Kejujuran

Kam Des 24 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Hadis tentang akhlak dan kejujuran, keduanya sama pentingnya. DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Ust. Saiful Hadi El-Sutha dalam buku “Panduan Muslim Sehari-hari” menulis bahwa akhlak adalah salah satu aspek ajaran Islam yang berisi nilai moral terhadap perilaku sebagai manifestasi syariah yang benar. Akhlak Islam berupa […]