Para Mantan Pentolan Geng Motor di Bandung ini Gelar Peringatan Maulid Nabi

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BALEENDAH – Dalam rangka memperingati maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1444 Hijriah, Pemuda Pilangsari menggelar Tabligh Akbar. Kegiatan berlangsung di halaman mesjid Al Hidayah, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/10/2022).

Pengurus DKM Mesjid Al-Hidayah Ustadz Tatang dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga kepada para pemuda yang mengadakan acara tersebut.

“Alhamdulillah acara ini berjalan khidmat, dan penuh berkah.
Mudah mudahan kedepannya jadi contoh untuk kita semua. Ini awal bagi pemuda Pilangsari untuk jauh lebih baik lagi,” ujar Tatang.

Ustad Sinyo Hendrik, selaku penasehat para pemuda hijrah ini menyampaikan agar para pemuda yang hadir dalam acara tersebut untuk selalu istiqomah dalam menjaga ukhuwah persatuan

“Alhamdulillah, saya selalu ingatkan kepada saudara, adik adik saya untuk selalu menjaga perdamaian ini, hingga jangan sampai terputus sedikit pun, terus tingkatkan ke seluruh wilayah bahwa inilah kita pemuda yang dulunya dikenal tidak baik, insya Allah sekarang menjadi lebih baik, teruslah saling komunikasi diantara kita jangan sampai disini saja.

“Insya Allah saya selalu siap dibutuhkan untuk mengisi waktu di acara acara seperti ini, mari saling kuatkan, saling kasihi, saling ingati, tidak ada kata terlambat di dunia ini, yang ada hanya rasa malas saja, yuk bersama sama meraih ridho dan ampunannya, agar senantiasa perjuangan kita untuk syiar Islam dapat rahmat dan keberkahan Allah SWT aamiin yaa robbalalamiin,
Jangan di nanti nanti, keburu mati, jangan nunggu kapan kapan nanti keburu pakai kain kafan,” ujar ustad kondang tersebut.

Acara ini dihadiri empat pilar organisasi masyarakat dan organisasi lainnya yang dulunya adalah “geng motor” terkenal di Kota Bandung dan sekarang mereka sudah hijrah. Ada kiki dari Brigez, Dedi dari Moonraker, Roni Demank dari XTC, dan Arifin dari GBR, Tendi MPH Community.

Baca Juga :  Dalam Acara Debat Publik, Ini Kata Juru Bicara Paslon Nu Pasti

Eks Geng Motor Kiki Brigez kepada VISI.NEWS mengungkapkan masa lalunya yang sempat menyicipi dunia jalanan itu sangat keras.
Gara-gara ulahnya membuat keributan, Kiki juga pernah merasakan dinginnya jeruji besi. Namun Kiki masi beruntung karena orang tuanya masih berupaya untuk membantunya ke luar dari penjara.

“Pernah keluar masuk, dan Alhamdulillah bisa ke luar berkat upaya orang tua. Nggak terlalu sering sih keluar masuk (penjara), karenanya saya cukup mengambil pelajaran. Berhati-hati. Ya paling ribut sama musuh, dzalimlah intinya mah,” ujar Kiki.

Masih kata kiki, tentang perkelahiannya dengan geng lain dulu itu sangatlah sering, Bandung menjadi sejuta cerita di masa geng motor itu .

“Sudah dipastikan, kalau ketemu rival itu pasti aja bentrok, mau diserang ataupun menyerang. Jahiliah sih. Kita bela belain Brigez sampai nyawa kita taruhannya juga ga peduli, yang penting kita udah beraksi. Dulu belum mikir kan kalau mati kita dipastikan masuk surga apa tidak kan, kalau mencelakai dosa atau tidak, se brutal itu sih, tapi Alhamdulillah Allah masih sayang sama saya, masih kasih kesempatan untuk jadi orang yang bermanfaat dan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Berbeda dengan Dendi, dari Moonraker, yang pernah juga merasakan suasana mencekamnya jalanan Kota Bandung pada waktu itu.

Ia mengatakan melalui proses masa yang kelam itu, Allah datangkan hidayah, saat melewati masa hukuman tersebut, dan terketuklah untuk hijrah.

“Ada saat dimana saya kapok, dan Alhamdulillah saat itu Allah masih mau menolong saya dengan banyaknya dosa yang dulu saya lakukan,” ungkapnya.

Titik baliknya terjadi saat ia sedang merenung di penjara, kemudian ada keluarga yang nelpon ke pihak sipir, dan orang itu ternyata ibunya sendiri.

Baca Juga :  Polresta Bandung Kembali Bangun Rumah Warga di Desa Mekarlaksana Ciparay

“Dalam percakapan itu mamah saya nangis dan terus mengingatkan kepada saya agar jadi anak yang lebih baik dari sebelumnya. Itu pertama saya nangis dan punya pemikiran awal titik balik untuk hijrah, itu salah satunya,” tutur Dendi.

Keduanya organisasi yang selama ini dia bela itu, ternyata ketika ia dalam keadaan terpuruk di dalam sel, tak ada satupun yang ingat dengannya yang katanya punya slogan “solidaritas” itu, saat itu dimatanya sirna.

Acara tersebut dihadiri ketua panitia kegiatan Raihan Virgiawan, Pengurus DKM Mesjid Al-Hidayah Ustadz H. Tatang, Ketua RW 01 dan RT 07 Tisna dan Jajang Ruswandi.@gustav

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PWNU Jabar Sosialisasi Beasiswa untuk Kalangan Pesantren dan Pengurus NU dari LPDP

Ming Okt 9 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat mensosialisasikan program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk santri, pengasuh, pengelola pesantren dan pengurus PWNU, belum lama ini. Sosialisasi berlangsung di Gedung Dakwah PWNU Jln. Terusan Galunggung No. 9, Lingkar selatan, Lengkong, Kota Bandung, Ketua […]