Pasar Harjodaksino Solo Ditutup Lagi Karena 2 Pedagang dan 1 Petugas Kebersihan Terpapar Covid-19

Pasar tradisional Harjodaksino Solo yang ditutup kedua kalinya, akibat didapati pedagang dan petugas kebersihan asal Kabupaten Sukoharjo terpapar Covid-19./visi.news/tok suwarto.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dinas Perdagangan (Disdag) Pemkot Solo, Jawa Tengah, melakukan penutupan sementara aktivitas perdagangan Pasar Harjodaksino, sebagai tindak lanjut notis Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo tentang adanya pedagang asal Sukoharjo di pasar tradisional tersebut yang terpapar Covid-19.

Semula, penutupan operasional pasar hanya akan dilakukan selama 2 hari, namun pada Senin (25/10 /2020) diputuskan aktivitas perdagangan di Pasar Harjodaksino dihentikan selama 7 hari untuk sterilisasi.

Berdasarkan surat edaran (SE) Disdag No.511.2/3.611, tentang penutupan sementara waktu operasional Pasar Harjodaksino, yang ditandatangani Kepala Disdag, Heru Sunardi, disebutkan, seluruh pedagang kios, los, maupun pedagang oprokan dilarang melakukan aktivitas jual beli.

Selama pasar ditutup untuk kegiatan sterilisasi, para pedagang diminta melakukan isolasi mandiri untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

Penutupan Pasar Harjodaksino menyusul adanya pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 kali ini, merupakan yang kedua setelah pada Juli 2020 juga terdapat pedagang asal Kabupaten Sukoharjo yang terpapar Covid-19.

Rujukan penutupan berasal dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Solo yang menerima notis DKK Sukoharjo, tentang tiga warga Sukoharjo terdiri dari dua pedagang dan seorang petugas kebersihan Pasar Harjodaksino terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini memang penutupan kedua Pasar Harjodaksino karena ada pedagang dan petugas kebersihan yang terkonfirmasi Covid- 19. Kami wanti-wanti minta pedagang dan pembeli supaya disiplin menerapkan protokol kesehatan. Saya sudah menyampaikan ke Paguyuban Pedagang Pasar Harjodaksino, mereka rentan dan telah terjadi tiga kasus. Pemerintah melakukan penutupan untuk sterilisasi, semata-mata untuk menyelamatkan manusia,” kata Heru Sunardi kepada sejumlah wartawan, di Balai Kota Solo, Senin (26/10 /2020).

Kepala Disdag Pemkot Solo itu menjelaskan, seorang pedagang asal Sukoharjo yang positif terpapar virus SARS CoV-2 adalah penjual sayur-mayur di los Pasar Harjodaksino. Berdasarkan notis DKK Sukoharjo ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo tersebut, pihak DKK Solo melakukan tracing kontak erat dan kontak dekat di kalangan pedagang maupun petugas pasar.

“Melalui pengujian swab di RSUD Bung Karno terhadap 14 orang kontak, didapat hasil 2 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka adalah seorang pedagang dan seorang petugas kebersihan positif. Dengan penemuan dua orang tersebut, berarti di Pasar Harjodaksino ada 3 orang terkonfirmasi positif Covid 19,” jelasnya.

Penutupan Pasar Harjodaksino, menurut Heru, dilakukan mulai Minggu (25/10 /2020). Semula penutupan hanya dilakukan 2 hari sampai Senin (26/10/2020) pukul 24.00 dan pada Selasa (27/10/2020) pasar akan dibuka kembali.

Namun, dia mempertimbangkan untuk sterilisasi membutuhkan waktu dan pedagang harus isolasi mandiri sehingga diputuskan untuk menutup aktivitas pasar selama seminggu.

Pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 wajib menjalani isolasi mandiri dan los tempat berdagang ditutup minimal sepekan sampai pedagang dan petugas kebersihan sembuh atau dinyatakan negatif. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bangunan SDN 2 Sukahati Cinunuk pun Diterjang Amuk Hujan Badai

Sen Okt 26 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI. NEWS – Selain ratusan rumah dan sejumlah masjid serta musala yang rusak porak poranda akibat amuk hujan badai, bangunan SDN Sukahati 2, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupatèn Bandung. Jawa Barat, pun tak luput dari terjangan. Badai hujan yang menerjang SDN Sukahati 2 di pinggir Jalan Ciguruwik, tepatnya […]