Pasar Hewan Manonjaya Kembali Buka, Pedagang Lokal Keluhkan Kehadiran Pedagang dari Luar Daerah

Suasana Pasar Hewan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat./visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Menjelang Hari Raya Iduladha, setelah beberapa bulan ditutup, Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (8/6) kembali buka.

Para pedagang kembali memadati pasar hewan untuk menjual dagangan hewannya. Bukan hanya pedagang lokal, namun dibanjir juga pedagang dari luar daerah seperti dari Madura, Bali, dan daerah Jawa Timur lainnya.

Antisipasi terjadinya penularan Covid-19, UPT Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Namun demikian banyak para pedagang maupun pembeli yang tak peduli meskipun sudah diimbau.

Plt. UPT Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Eka Rostika Ningsih mengatakan menjelang Iduladha, memang pasar hewan kembali dibuka. Hal ini terlihat aktivitas di lokasi yang sangat ramai.

Untuk pedagang lokal berasal dari wilayah Cibalong, Cikalong, dan Sukaraja. Ada juga dari wilayah Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Namun yang dari luar daerah pun seperti Banjarnegara, Madura, serta Jember berdatangan untuk ikut menjual hewan kurban.

Seiring kondisi pandemi Covid-19, pihaknya menerapkan protokol kesehatan, baik untuk pedagang maupun untuk hewannya. Kendati pada faktanya banyak yang tidak mengindahkannnya, seperti tak memakai masker.

“Pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengingatkan untuk mentaati. Tetapi tak dimungkiri banyak yang melanggarnya,” kata Eka.

Menurutnya, sebelum masuk lokasi pasar hewan, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan terhadap orang maupun hewannya. Bahkan kendaraannya pun disemprot disinfektan, terlebih bagi kendaraan yang datang dari luar daerah. Selain itu mereka disarankan menggunakan masker dan diberi masker, serta disiapkan tempat pencucian tangan.

“Sebelum masuk, orang, hewan dan kendaraan disemprot disinfektan. Yang tidak memakai masker diberi masker. Tapi banyak yang tak mematuhi, maskernya tak dipakai,” ucapnya.

Eka pun mengakui, pedagang yang datang ke pasar hewan Manonjaya bukan hanya pedagang lokal, namun banyak yang berdatangan dari luar daerah.

Dikatakan Eka, saat ini ada sekitar 300 ekor sapi dan kerbau yang masuk. Jumlah tersebut akan bertambah jika sudah mendekati Iduladha. Meski demikian penjualan mengalami penurunan sekitar 50 persen jika dibanding tahun sebelumnya.

“Meski penjualan menurun, harga hewan malah melonjak naik sekitar 20 persen,” ungkapnya.

Sementara itu beberapa pedagang lokal mengakui tak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 meski sudah diberi imbauan oleh pihak UPT Pasar Hewan. Hal ini terlihat banyak pedagang yang tak menggunakan masker saat beraktivitas di dalam pasar.

Salah seorang pedagang hewan, Ridwan (40) mengeluhkan hadirnya para pendatang yang ikut berjualan di Pasar Hewan Manonjaya. Menurutnya persaingan hewan akan berdampak negatif terhadap tingkat penjualan.

“Yang kami keluhkan justru hadirnya para pendatang untuk ikut mengadu nasib di pasar ini. Jelas pembeli lebih memilih hewan dari luar daerah,” kata Ridwan.

Menurutnya, seiring kondisi pandemi Covid-19, permintaan hewan kurban akan berkurang. Sementara para pedagang dari luar daerah tidak dibatasi, ungkapnya.

“Ini akan menambah kerugian besar bagi para pedagang hewan lokal,” tandasnya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PWI Apresiasi MoU Pemulihan Ekonomi Kepariwisataan di Kabupaten Bandung

Rab Jul 8 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengapresiasi penandatanganan komitmen bersama dalam Pemulihan Ekonomi Daerah sektor Pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Ballroom Grand Sunshine Hotel, Jalan Raya Soreang, Kab. Bandung, Rabu (8/7). Penandatanganan komitmen dari lima unsur, yakni pemerintah, masyarakat atau komunitas, […]