Search
Close this search box.

Pasar Kripto Memasuki Pekan yang Penuh Gejolak

Ilustrasi. /visi.news/gemini

Bagikan :

  • Dari Peringatan Siklus “Fall Season” Bitcoin, Tekanan Likuiditas, hingga Kisah Spektakuler Investor XRP.

VISI.NEWS | BANDUNG – Minggu ini, pasar kripto kembali menghadapi dinamika yang menguji ketahanan para investor. Mulai dari peringatan terkait siklus “fall season” Bitcoin yang menandakan potensi koreksi besar, hingga lonjakan tekanan jual yang menyebabkan penurunan harga di beberapa aset utama. Namun, di tengah gejolak tersebut, ada juga kisah spektakuler investor XRP yang meraup keuntungan luar biasa dalam satu dekade. Berikut adalah tiga drama kripto terbesar minggu ini yang menjadi sorotan, dikutip dari Indodax, Senin (17/11/2025).

Bitcoin telah resmi memasuki fase “fall season,” periode yang menurut banyak analis menandakan turunnya harga besar setelah beberapa tahun reli. Peringatan ini datang dari analis Morgan Stanley, Denny Galindo, yang menjelaskan bahwa secara historis Bitcoin mengikuti pola tiga tahun naik, diikuti dengan satu tahun penurunan. Pada 5 November 2025, harga Bitcoin bahkan sempat terperosok di bawah $99.000, melampaui garis rata-rata 365 hari yang biasanya menjadi batas antara tren bullish dan bearish.

Pada pagi ini, meskipun Bitcoin sedikit pulih dan bergerak di sekitar harga $102.331, pola harga tersebut mulai menyerupai siklus yang terjadi pada 2015–2018 dan 2018–2022. Julio Moreno dari CryptoQuant menjelaskan bahwa penurunan harga di bawah garis rata-rata ini menandakan adanya “pergeseran sentimen makro,” yang bisa menandai transisi pasar menuju fase kehati-hatian yang lebih dalam.

Selain faktor teknikal, pasar kripto juga diterpa tekanan besar dari sentimen global yang masih melemah. Bitcoin sempat mengalami lonjakan penurunan yang signifikan, menyentuh angka $105.300 sebelum akhirnya jatuh kembali ke kisaran $102.200 setelah volume jual melonjak tajam. Dalam satu jam, ada sekitar 27.579 BTC yang terjual, jauh lebih banyak dibandingkan rata-rata harian.

Baca Juga :  Endang Berlin, Penjaga Irama dan Ruh Kendang Wayang Golek Wafat

Di sisi teknikal, Bitcoin saat ini bertahan di atas support penting di level $101.477, dengan rentang konsolidasi yang semakin menyempit di area $101.500–$102.200. Jika level support ini jebol, Bitcoin berisiko turun lebih lanjut menuju harga $100.000. Sementara itu, meskipun shutdown pemerintah AS telah berakhir, investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi pada aset berisiko, mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Namun, di tengah penurunan harga ini, ETF Bitcoin justru mencatatkan inflow yang sangat besar. Pada satu hari saja, tercatat inflow sebesar $524 juta yang dipimpin oleh institusi besar seperti BlackRock dan Fidelity. Ini menunjukkan bahwa investor institusional melihat harga rendah sebagai peluang untuk melakukan akumulasi.

Di sisi lain, altcoin juga tidak luput dari tekanan jual yang besar. Salah satu altcoin yang mengalami penurunan signifikan adalah AERO, yang turun hingga 9,7%. Sementara itu, bursa Binance mencatatkan arus masuk lebih dari 7.500 BTC per hari, yang merupakan jumlah tertinggi sejak Maret 2025. Meskipun demikian, fundamental jaringan Bitcoin tetap solid, dengan hash rate yang terus meningkat dan tidak ada tanda-tanda capitulation dari para penambang.

Peningkatan hash rate menunjukkan bahwa para penambang Bitcoin masih percaya pada masa depan aset ini meskipun harga saat ini tengah tertekan. Hal ini memberikan indikasi bahwa meski pasar sedang dalam fase yang penuh gejolak, ekosistem Bitcoin secara keseluruhan tetap kuat.

Di tengah gejolak pasar, ada kabar baik datang dari XRP yang kembali mencatatkan lonjakan harga yang mengesankan. Per 13 November 2025, harga XRP bergerak di sekitar $2,50 (Rp41.827), yang mencuri perhatian banyak investor global. Jika seorang investor menanamkan $1.500 (sekitar Rp25 juta) pada November 2015, kini nilai investasinya telah mencapai sekitar $755.000 (Rp12,6 miliar), mencatatkan kenaikan lebih dari 50.000% dalam waktu sepuluh tahun.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana

Kenaikan harga XRP ini terutama didorong oleh rumor mengenai kemungkinan peluncuran ETF XRP di Amerika Serikat, yang memicu lonjakan minat investor. Selain itu, volume perdagangan XRP juga naik 49%, menunjukkan bahwa pasar semakin mempercayai potensi XRP sebagai aset kripto yang tidak hanya sekedar spekulatif, tetapi juga memiliki utilitas nyata di sektor pembayaran global.

RippleNet
Salah satu alasan mengapa XRP terus menarik perhatian adalah perkembangan RippleNet, jaringan pembayaran milik Ripple yang semakin banyak digunakan oleh lembaga keuangan di seluruh dunia. RippleNet memungkinkan pembayaran lintas negara yang lebih cepat dan murah, menjadikannya solusi yang semakin dibutuhkan di dunia yang semakin terhubung ini.

Berkat adopsi yang semakin luas di sektor pembayaran global, XRP berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, saat ini menempati urutan keempat dengan nilai pasar mencapai $150,47 miliar (Rp2.516 triliun). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar secara keseluruhan sedang lesu, XRP tetap menjadi pilihan menarik bagi investor jangka panjang yang melihat utilitas dan potensi pertumbuhannya.

Peluang atau Risiko?
Pasar kripto saat ini berada di persimpangan antara ketidakpastian dan peluang. Peringatan mengenai fase “fall season” Bitcoin dan tekanan jual yang besar menunjukkan bahwa pasar mungkin akan menghadapi fase koreksi yang cukup tajam. Namun, bagi investor yang berani, volatilitas ini bisa menjadi peluang untuk membeli aset dengan harga murah.

Di sisi lain, meskipun ada tekanan yang sedang terjadi, aset seperti XRP menunjukkan bahwa ada potensi besar dalam jangka panjang, terutama bagi mereka yang lebih melihat ke fundamental dan adopsi nyata dalam sektor pembayaran global. Pemantauan terhadap faktor teknikal, inflow ETF, dan perkembangan makroekonomi akan menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan pasar yang semakin tak menentu.

Baca Juga :  Ledakan Mematikan di Masjid Syiah Islamabad, Puluhan Tewas Saat Ibadah Jumat

Minggu ini, pasar kripto menunjukkan bahwa volatilitas tinggi bukan hanya mengandung risiko, tetapi juga peluang. Dengan siklus “fall season” yang mendekat untuk Bitcoin, tekanan jual yang meningkat, serta keberhasilan spektakuler XRP, investor harus lebih berhati-hati dan memperhatikan setiap pergerakan pasar. Ketika pasar penuh ketidakpastian, adaptasi terhadap kondisi yang ada akan menjadi kunci untuk meraih kesuksesan di dunia kripto.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :