Pasar Tonggeng, Surga Belanja dengan Omset Jutaan

Editor Pasar tonggeng. /visi.news/dok.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Pasar tumpah atau pasar Pasar Tonggeng, Surga Belanja dengan Omset Jutaan merupakan pasar tradisional yang semakian merebak di Kota maupun Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pasar ini menawarkan berbagai macam barang dagangan, mulai dari pakaian, aksesoris, peralatan rumah tangga, hingga ragam jenis makanan modern dan tradisional. Para pedagang di pasar ini mengaku bisa mendapatkan omset jutaan rupiah setiap jualan, terutama saat akhir pekan dan hari besar.

Salah satu pedagang di pasar tonggeng di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA), Siti Sadiah mengatakan bahwa ia menjual baju-baju bekas impor dengan harga murah, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per potong. Ia mengklaim bahwa barang-barang yang ia jual memiliki kualitas bagus dan banyak diminati oleh pembeli. “Kalau hari biasa, omset saya bisa Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Kalau hari Sabtu atau Minggu, bisa Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” ujar Siti, Minggu (14/1/2024).

Sementara itu, di Pasar Tonggeng Tugu Baleendah, Kabupaten Bandung, para pedagang menjajakan barang-barang baru dengan harga bersaing. Salah satunya adalah Rudi, yang menjual sepatu-sepatu olahraga merek terkenal dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per pasang. Ia mengatakan bahwa barang-barang yang ia jual merupakan barang original yang didapat dari pabrik-pabrik di Bandung. “Omset saya bisa Rp 3 juta sampai Rp 5 juta sehari. Kalau hari raya, bisa Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” kata Rudi.

Pasar tumpah atau pasar tonggeng menjadi surga belanja bagi masyarakat yang ingin mendapatkan barang-barang berkualitas dengan harga terjangkau. Pasar ini juga menjadi sumber penghasilan bagi ribuan pedagang yang berjualan di sana.

Baca Juga :  Update Corona 8 Agustus: 123.503 Positif, 79.306 Sembuh

Sekarang ini hampir di setiap desa atau kelurahan ada kegiatan pasar tonggeng yang hari jamnya berbeda. Pedagang bisa pagi berjualan di satu tempat, sorenya bisa jualan di tempat lainnya.

“Kalau tidak demikian, mereka akan kalah berjualan oleh para pedagang online. Dengan adanya pasar tonggeng, kami yang mendatangi konsumen, mereka tidak perlu repot-repot datang ke Pasar Tradisional, ” ujar Ate Hermansyah yang sudah lebih 10 tahun jualan di pasar tonggeng.

Namun, di balik kesuksesan mereka, ada juga tantangan yang harus dihadapi, seperti persaingan dengan pasar online, perizinan, kebersihan, dan keamanan. Untuk itu, mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan dan perlindungan bagi para pedagang pasar tradisional.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rajab, Peziarah Banyak yang Berdoa di Makam Makam Sunan Gunung Djati Cirebon

Ming Jan 14 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | CIREBON – Bulan Rajab merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam, karena di dalamnya terdapat peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bulan ini juga menjadi momentum bagi banyak orang untuk berziarah ke makam para wali, salah satunya adalah Makam Sunan Gunung Djati di Cirebon. Makam Sunan Gunung […]