Pasca Gempa M 6,5, Pemkab Bandung Imbau Masyarakat Waspadai Longsor dan Banjir Bandang

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah potensi ancaman bencana alam pasca terjadi guncangan gempa bumi magnitudo 6,5 yang terjadi pada Sabtu (27/4/2024) malam lalu.

“Kita mengingat masyarakat Kabupaten Bandung senantiasa mewaspadai terjadinya ancaman longsor terutama warga yang rumahnya di kawasan lereng-lereng bukit, kaki gunung, perbukitan, ataupun di kawasan pegunungan. Harus waspada pula warga yang rumahnya maupun beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai dari ancaman banjir bandang,” kata Bupati Bandung HM Dadang Supriatna melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Soreang, Rabu (1/5/2024).

Pentingnya diwaspadai masyarakat pasca gempa bumi, kata Uka Suska, dampak dari getaran itu sangat memungkinkan kawasan lereng atau lahan menjadi retak-retak.

“Disaat turun hujan deras, kemudian bagian retakan lereng dan lahan itu air meresap ke dalam tanah dan dikhawatirkan mendorong massa tanah dan/atau batuan menjadi longsor. Terjadinya potensi longsor itu, disaat retakan tanah menjadi rapuh disaat air hujan meresap ke dalam tanah. Ini yang harus diwaspadai kita bersama,” kata Uka Suska.

Ia juga turut mengungkapkan terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, berpotensi terjadinya banjir bandang dengan membawa material tanah, bebatuan, dan pepohonan.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terjadinya longsor maupun banjir bandang tersebut. Kita harus siap siaga menghadapi bencana. Siap untuk selamat,” katanya.

Lebih penting lagi, kata Uka Suska, masyarakat harus mewaspadai bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat getaran gempa bumi yang berpusat di lautan Kabupaten Garut tersebut.

“Kami berharap masyarakat untuk menghindari rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan, retak-retak atau miring akibat gempa bumi tektonik tersebut. Lebih baik lagi warga tidak menempati rumah atau bangunan dalam kondisi demikian, demi menjaga keselamatan dari kejadian yang tidak diharapkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kebebasan Pers, Jurnalisme Bebas dan Tak Kenal Takut dalam Perjuangan untuk Bertahan Hidup

Pasca-gempa bumi, lanjut Uka Suska, masyarakat juga harus bisa memastikan kondisi rumah dan bangunannya, apakah tahan gempa bumi?

“Apakah ada kerusakan setelah terjadi gempa bumi? Hal itu perlu dipastikan oleh para penghuninya, sebelum menempati rumah atau bangunan,” katanya.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal apakah cukup tahan gempa bumi, atau  tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Uka Suska menjelaskan gempa bumi itu berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung.

“Hasil assessment di lapangan, kerusakan rata rata berdampak pada robohnya dinding rumah, juga
adanya kerusakan pada bagian atap rumah, fasilitas pendidikan, dan
fasilitas umum, seperti masjid dan rumah sakit,” kata Uka Suska.

Ia menjelaskan ada 11 kecamatan dan 27 desa yang terdampak bencana alam itu. “60 kepala keluarga dan 222 jiwa menderita, selain itu 57 unit rumah terdampak (49 rusak ringan dan 8 rusak sedang). 3 masjid, 2 fasilitas pendidikan, dan 2 fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan,” katanya.

@kos

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gempa 4.2 Magnitude Guncang Kabupaten Bandung Pagi Ini

Rab Mei 1 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Gempa Bumi Magnitude 4.2 mengguncang wilayah Tenggara Kabupaten Bandung Jawa Barat, pada Rabu, 1 Mei 2024 Pukul 10:06:11 WIB. Guncangannya sangat kuat di Bandung dan sekitarnya. Berdasarkan laporan BMKG, berikut adalah detail gempa: – Magnitudo: 4.2 – Kedalaman: 10 km – Lokasi: 7.15LS, 107.55BT (14 […]