Pasca Kebakaran Tunjungan Plaza Surabaya Tetap Buka

Editor Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi saat ditemui wartawan di Tunjungan Plaza. /visi.news/redho fitriyadi
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SURABAYA – Tunjungan Plaza dipastikan tetap buka pacakebakaran yang terjadi pada Rabu (13/4/2022) petang. Manajemen Pakuwon Group selaku pengelola Tunjungan Plaza menyebut penutupan hanya terjadi di TP 5.

“Tunjungan Plaza buka seperti biasa, kecuali TP 5,” ujar Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, Kamis (14/4/2022).

Penutupan sementara di TP 5 dilakukan untuk kepentingan olah TKP yang dilakukan Tim Labolatorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya dan perbaikan area terdampak.

“Terkait hasil identifikasi penyebab kebakaran, kami menyerahkan kepada yang berwenang dalam hal ini Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya dan kepolisian,” jelasnya.

Sementara pantauan awak media di lokasi, tampak sejumlah pekerja dan pengunjung tetap beraktivitas seperti biasa. Pada Kamis sekitar pukul 13.00 WIB, situasi di TP cenderung normal. Hanya saja, masih tercium aroma asap sisa kebakaran yang sempat membuat panik ribuan pengunjung.

Pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Embong Malang Kota Surabaya, ini terbakar pada Rabu sore sekitar pukul 17.35 WIB. Saat itu di lokasi sedang banyak aktivitas pengunjung, terlebih kejadian berlangsung hampir bersamaan dengan waktu berbuka puasa.

Puluhan unit mobil pemadam dikerahkan bersama tiga unit Bronto Skylift. Api yang melahap sebagian bangunan di TP 5 berhasil dipadamkan total pada pukul 20.00 WIB.@redho

Baca Juga :  Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SKETSA | Hamzah Fansuri

Jum Apr 15 , 2022
Silahkan bagikanOleh Syakieb Sungkar BANYAK orang telah mendengar nama Hamzah Fansuri tetapi tidak tahu siapa dia. Hamzah Fansuri adalah seorang penyair dan penganut sufisme. Ia hidup ketika Aceh dipimpin oleh Sultan Alaidin (1589-1604) dan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Nama belakang seseorang, seperti Fansuri, di zaman dahulu menunjukkan asal-usul seseorang, artinya […]